Kabar Duka dari NTB: dr Jack, Eks Dirut RSUD NTB Meninggal Dunia di Jakarta

dr Jack (dok. Radar NTB)


MATARAM, NTB (SIAR POST) Kabar duka datang dari Nusa Tenggara Barat. Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) NTB, Herman Mahaputra yang dikenal luas dengan sapaan dr Jack, dikabarkan meninggal dunia pukul 21.00 wib, pada Selasa malam (10/3/2026) di Jakarta.

dr Jack merupakan sosok dokter sekaligus birokrat yang cukup dikenal di NTB. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat sebelum dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTB.


Informasi yang dihimpun media ini menyebutkan, dr Jack sempat mengalami kejang-kejang setelah berbuka puasa saat berada di Jakarta.

Ia kemudian dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) untuk mendapatkan penanganan medis. Namun, upaya tim medis tidak berhasil menyelamatkan nyawanya.

Humas RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat yang dikonfirmasi media ini membenarkan kabar meninggalnya dr Jack.


“Nggih,” jawabnya singkat saat dimintai konfirmasi terkait kabar tersebut.


Meski demikian, hingga berita ini diturunkan belum diketahui secara pasti penyebab meninggalnya mantan orang nomor satu di RSUD Provinsi NTB tersebut.


Sosok Dokter dan Birokrat


Semasa hidupnya, Herman Mahaputra dikenal sebagai dokter yang aktif dalam pengembangan layanan kesehatan di NTB.

Saat menjabat sebagai Direktur Utama RSUD Provinsi Nusa Tenggara Barat, ia terlibat dalam berbagai upaya peningkatan kualitas pelayanan rumah sakit rujukan terbesar di daerah tersebut.


Di masa kepemimpinannya, RSUD Provinsi NTB terus memperkuat layanan spesialis dan sistem rujukan regional untuk masyarakat di seluruh kabupaten/kota di NTB.


Karier dr Jack kemudian berlanjut di pemerintahan daerah. Ia dipercaya memimpin Badan Pendapatan Daerah Provinsi NTB, dengan tugas mengoptimalkan pendapatan asli daerah.


Kepergian dr Jack menjadi kehilangan bagi banyak kalangan, baik di dunia kesehatan maupun birokrasi pemerintahan di NTB.


Hingga saat ini, pihak keluarga dan pemerintah daerah belum menyampaikan keterangan resmi terkait rencana pemulangan jenazah maupun prosesi pemakaman. (Red).

Exit mobile version