Lombok Utara, SIARPOST– Aksi pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang terjadi di area parkir Puskesmas Senaru tak sempat berkembang menjadi misteri panjang. Dalam waktu singkat, jajaran Polsek Bayan berhasil membongkar kasus tersebut dan mengamankan pelakunya.
Peristiwa itu terjadi pada Senin dini hari, 20 April 2026, sekitar pukul 05.30 WITA. Sebuah sepeda motor milik warga dilaporkan hilang saat terparkir di lokasi pelayanan kesehatan tersebut. Situasi yang biasanya lengang di waktu subuh diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Namun, laporan korban langsung direspons cepat. Tanpa menunggu lama, aparat Polsek Bayan bergerak melakukan penyelidikan intensif. Mulai dari olah tempat kejadian perkara (TKP), menyisir rekaman CCTV di sekitar lokasi, hingga menelusuri jalur yang diduga dilalui pelaku.
Dari rangkaian penyelidikan itu, petunjuk demi petunjuk berhasil dikumpulkan. Informasi dari masyarakat turut mempercepat pengungkapan identitas pelaku. Hasilnya, polisi berhasil mengidentifikasi dan mengejar terduga pelaku berinisial R alias Dagul.
Tak sampai sehari, pelaku berhasil diamankan bersama barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha Mio warna hijau yang diduga hasil curian. Penangkapan ini sekaligus menutup ruang gerak pelaku yang sempat mencoba menghilang.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta melalui Kapolsek Bayan IPTU I Wayan Cipta Naya menyebut keberhasilan ini tak lepas dari sinergi antara aparat dan masyarakat.
“Peran aktif masyarakat sangat membantu dalam proses pengungkapan. Ini menunjukkan bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Saat ini, pelaku telah diamankan di Mapolsek Bayan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau jaringan dalam kasus tersebut.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa kejahatan bisa terjadi kapan saja, bahkan di tempat yang dianggap aman. Kepolisian mengimbau masyarakat untuk selalu waspada, memastikan kendaraan terkunci dengan baik, serta segera melapor jika menemukan aktivitas mencurigakan.
Respon cepat aparat dalam kasus ini sekaligus memberi pesan tegas: ruang bagi pelaku kejahatan semakin sempit, terutama ketika masyarakat dan kepolisian bergerak dalam satu barisan.(Niss)
