Mataram, Nusa Tenggara Barat (SIAR POST) – Bayangkan seorang anak yang setiap kali tersenyum justru menutup mulutnya. Bukan karena malu, tapi karena takut dihakimi. Itulah realita yang masih dialami puluhan anak di Nusa Tenggara Barat yang hidup dengan celah bibir dan langit-langit.
Kondisi ini akan berubah melalui program Bakti Sosial Operasi Celah Bibir dan Langit-Langit Gratis yang digelar 18-21 Juni 2026 di RS Biomedika, Mataram. Program ini adalah hasil kolaborasi Smile Train, RS Biomedika, MIM Foundation, Bank Dinar, Nusantara Cleft Center, dan Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) Bandung.
“Kami sering melihat foto before-after pasien. Dari anak yang sulit menyusu, sulit bicara, jadi bisa tertawa lepas. Perubahan itu bukan hanya di wajah, tapi di seluruh hidupnya,” ujar panitia pelaksana.
Mengubah Cerita, Satu Senyum Sekaligus
Operasi rekonstruksi ini dilakukan tanpa biaya sama sekali. Tim medis akan melakukan screening untuk memastikan pasien aman menjalani tindakan.
Syarat pasien:
- Membawa fotokopi KTP dan Kartu Keluarga
- Usia minimal 3 bulan untuk bibir sumbing, 1,5 tahun untuk celah langit-langit
- Berat badan minimal 5 kg
- Dalam kondisi sehat saat screening
NTBCARE: Pastikan Tidak Ada Anak yang Terlewat
NTBCARE turut menghimbau dan mengajak seluruh elemen masyarakat, kader posyandu, hingga pemerintah desa untuk aktif mencari dan mengarahkan anak-anak yang membutuhkan.
“Tugas kita bersama memastikan tidak ada lagi bayi yang harus tumbuh dengan stigma hanya karena bibir sumbing. Jika ada keluarga di sekitar Anda yang membutuhkan, segera arahkan ke program ini,” kata perwakilan NTBCARE.
Waktu dan Tempat
Kegiatan berlangsung 18-21 Juni 2026 di RS Biomedika, Mataram, NTB.
Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, hubungi Ibu Sapnah Sugianto di 085337436234.
Tentang Celah Bibir dan Langit-Langit
Kondisi ini adalah kelainan bawaan yang memengaruhi kemampuan makan, bicara, dan kepercayaan diri anak. Dengan operasi yang tepat waktu, anak dapat tumbuh sehat dan berpartisipasi penuh di masyarakat.
