BIMA, NTB (SIAR POST) | Aksi jilid II yang digelar Forum Rakyat Sipil (FRAKSI) NTB terkait dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Donggo Bolo, Kabupaten Bima, kembali berujung ricuh, Kamis (11/6/2026).
Massa aksi yang kembali turun ke jalan melakukan pemblokiran akses jalan sebagai bentuk protes atas belum adanya tindak lanjut maupun penjelasan resmi terkait dugaan penyelewengan solar subsidi yang sebelumnya mereka soroti.
Kericuhan terjadi ketika aparat kepolisian berupaya mengamankan jalannya aksi. Dalam sejumlah video yang beredar, terlihat ketegangan antara massa demonstran dan anggota kepolisian saat proses pengamanan berlangsung.
Informasi yang dihimpun menyebutkan satu orang demonstran diamankan oleh personel Polres Bima. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola SPBU Donggo Bolo terkait penyebab kericuhan maupun status demonstran yang diamankan tersebut.
Aksi lanjutan ini merupakan kelanjutan dari demonstrasi sehari sebelumnya yang digelar FRAKSI NTB untuk mendesak aparat penegak hukum mengusut dugaan penyalahgunaan distribusi solar subsidi di SPBU Donggo Bolo yang disebut milik seorang anggota DPRD dari Fraksi Golkar.
Dalam pernyataan sikap yang disampaikan kepada publik, FRAKSI NTB mengungkap sejumlah dugaan pelanggaran yang menurut mereka perlu ditelusuri lebih lanjut oleh aparat penegak hukum.
Beberapa dugaan tersebut antara lain dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi melalui pengisian solar menggunakan jerigen dalam jumlah besar dan berulang, dugaan pelanggaran Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 tentang penyaluran BBM bersubsidi, serta dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
Selain itu, FRAKSI NTB juga menyoroti dugaan penimbunan BBM bersubsidi, dugaan penyalahgunaan dokumen atau identitas pembelian solar subsidi, dugaan lemahnya pengawasan internal SPBU, hingga kemungkinan adanya keterlibatan oknum tertentu dalam proses distribusi apabila aktivitas tersebut terbukti dilakukan secara sistematis.
Koordinator Lapangan FRAKSI NTB, Bung Edon, sebelumnya menyampaikan bahwa hasil investigasi lapangan yang dilakukan pihaknya menemukan dugaan aktivitas pengangkutan solar subsidi menggunakan puluhan jerigen yang kemudian dimuat ke kendaraan pikap maupun truk.
Menurutnya, aktivitas tersebut diduga berlangsung hampir setiap hari sehingga perlu mendapat perhatian serius dari aparat penegak hukum dan instansi terkait.














