LOMBOK UTARA,SIARPOST – Warga Dusun Tanjung Busur, Desa Akar-Akar, Kecamatan Bayan, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang pria di pesisir Pantai Tanjung Busur, Senin (15/6/2026) sore. Korban diketahui bernama Amir Hamzah (58), seorang buruh harian lepas asal desa setempat.
Jasad korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 17.30 Wita oleh Aprianto, seorang petani yang saat itu berjalan menyusuri pantai usai menjaring ikan. Awalnya, ia mengira benda yang dilihatnya merupakan batang pohon yang terdampar. Namun setelah didekati, ternyata sosok tersebut adalah seorang laki-laki yang telah tergeletak dalam kondisi tidak bernyawa.
Temuan itu segera dilaporkan kepada warga sekitar. Tak lama kemudian, Muhammad Faizal Azmi yang datang ke lokasi mengenali jasad tersebut sebagai ayah kandungnya, Amir Hamzah.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta, S.I.K., mengatakan pihak kepolisian langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta meminta keterangan sejumlah saksi.
“Dari hasil pemeriksaan awal dan barang bukti yang ditemukan di lokasi, korban diduga meninggal akibat tenggelam. Kami masih melakukan penyelidikan untuk memastikan seluruh rangkaian peristiwa yang terjadi,” ujar AKBP Agus Purwanta.
Di lokasi kejadian, petugas menemukan sejumlah barang bukti, di antaranya seutas tali nilon berwarna biru, sebuah karung berisi pasir yang terikat pada tubuh korban, telepon genggam milik korban, obat asma, serta dua lembar surat wasiat tulisan tangan yang diduga ditulis sebelum peristiwa terjadi.
Dalam surat tersebut, korban menyampaikan pesan kepada anak-anaknya dan menitipkan beberapa hal yang dimilikinya. Selain itu, hasil pemeriksaan pada telepon genggam korban juga menunjukkan adanya sejumlah tagihan serta riwayat aktivitas perjudian daring.
Berdasarkan hasil Visum et Repertum yang dilakukan petugas medis, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dokter menyatakan darah yang keluar dari mulut korban merupakan akibat barotrauma, yakni kondisi ketika paru-paru mengalami tekanan tinggi akibat masuknya air ke dalam tubuh saat tenggelam.
“Kami tidak menemukan indikasi kekerasan pada tubuh korban. Hasil visum mengarah pada kematian akibat tenggelam,” jelas Kapolres.
Dari rangkaian fakta yang ditemukan, penyidik sementara menduga korban mengakhiri hidupnya karena tekanan persoalan ekonomi yang dihadapi. Meski demikian, kepolisian tetap melanjutkan proses penyelidikan untuk melengkapi seluruh administrasi dan memastikan tidak ada unsur pidana lain dalam peristiwa tersebut.
Pihak keluarga korban diketahui menolak dilakukan autopsi dan menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Setelah seluruh proses pemeriksaan selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa persoalan ekonomi dan tekanan hidup dapat berdampak serius terhadap kondisi mental seseorang. Dukungan keluarga, lingkungan sosial, serta keberanian untuk mencari bantuan saat menghadapi kesulitan menjadi hal penting untuk mencegah terjadinya tragedi serupa.(Nis)














