“Kami meyakini Bapak Gubernur NTB adalah pemimpin yang bijak. Kritik ini kami sampaikan demi terwujudnya NTB yang lebih adil, demokratis, dan berkeadaban. Kami siap duduk bersama Pemerintah Provinsi NTB untuk memperkuat sinergi demi kepentingan masyarakat,” tutup Ibnu Hajar.
Pernyataan tersebut menjadi bagian dari dorongan masyarakat sipil agar komunikasi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat berjalan lebih terbuka, sehingga setiap aspirasi, baik yang mendukung maupun yang bersifat kritis, memperoleh ruang dialog yang sama dalam proses pembangunan daerah. (Red)














