SUMBAWA, NTB (SIAR POST) – Keluhan Pemerintah Desa Labuhan Aji mengenai minimnya promosi wisata Pulau Moyo mendapat tanggapan dari Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sumbawa.
Kepala Bidang Ekonomi Kreatif dan Pemasaran, Awaliyah Mutmainnah, mengakui hingga saat ini belum ada program pemasaran khusus yang menyasar Pulau Moyo secara langsung.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat strategi promosi lebih diarahkan melalui kalender event dan penyelenggaraan festival.
“Kalau pemasaran langsung memang belum ada. Saat ini kami lebih fokus pada kalender of event karena kondisi efisiensi anggaran,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Awaliyah menjelaskan dirinya juga baru menjabat sebagai kepala bidang sehingga masih melanjutkan program yang telah berjalan sebelumnya.
Selama setahun terakhir, kata dia, promosi yang dilakukan antara lain melalui kegiatan Selancar Indonesia, promosi wisata Hiu Paus, serta penyelenggaraan Sumbawa Fashion Street yang mengangkat produk ekonomi kreatif daerah.
“Kami lebih banyak promosi melalui festival. Harapannya wisatawan yang datang akan bercerita kepada orang lain sehingga menjadi promosi dari mulut ke mulut.” Ujarnya.
Sementara itu, Kepala Desa Labuhan Aji menilai alasan efisiensi tidak bisa dijadikan penyebab karena menurutnya Pulau Moyo sudah bertahun-tahun tidak pernah menjadi prioritas promosi maupun pengembangan.
“Kami ini sudah lama meminta perhatian. Bukan hanya sekarang saat efisiensi. Dari dulu juga tidak pernah disentuh.” Katanya.
Sofyan berharap pemerintah mulai menyusun strategi pemasaran khusus untuk Pulau Moyo sebagai destinasi wisata premium yang sudah dikenal wisatawan mancanegara.
Menurutnya, promosi tanpa diikuti penataan kawasan dan peningkatan fasilitas tidak akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan maupun memberikan dampak ekonomi kepada masyarakat lokal. (Red).














