MATARAM NTB, SIARPOST – Penyelenggaraan ibadah haji Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tahun 2026 dinilai berjalan sukses. Seluruh jamaah telah kembali ke daerah dengan tingkat kepuasan yang tinggi terhadap pelayanan, meski tercatat 11 jamaah meninggal dunia selama berada di Tanah Suci.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, H. Lalu Muhamad Amin, SH mengatakan penyelenggaraan haji tahun ini berlangsung lancar tanpa kendala berarti.
“Alhamdulillah seluruh proses berjalan lancar. Jamaah pulang dengan selamat dan mereka merasa nyaman serta puas terhadap pelayanan yang kami berikan,” katanya.
Tahun ini NTB memperoleh tambahan kuota cukup signifikan. Sebanyak 5.798 jamaah diberangkatkan yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter), ditambah 66 petugas sehingga total mencapai 5.864 orang.
Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya terdiri dari 12 kloter.
Menurut Amin, tambahan kuota mencapai sekitar 1.299 orang merupakan dampak perubahan kebijakan pemerintah pusat dalam pembagian kuota haji nasional.
“Kalau sebelumnya menggunakan basis jumlah penduduk muslim, sekarang menggunakan basis waiting list sehingga lebih adil dan aksesnya lebih merata. Dampaknya NTB memperoleh tambahan kuota,” jelasnya.
Selama pelaksanaan ibadah haji, tercatat 11 jamaah asal NTB meninggal dunia di Arab Saudi.
Rinciannya berasal dari Kabupaten Lombok Timur sebanyak tiga orang, Lombok Tengah tiga orang, Kabupaten Bima tiga orang, dan Kabupaten Sumbawa dua orang.
Sebagian besar jamaah yang meninggal merupakan lanjut usia dengan kondisi kesehatan yang menurun selama menjalankan rangkaian ibadah.
“Namanya ibadah haji membutuhkan kondisi fisik yang prima. Ada jamaah yang memang faktor usia dan stamina. Semua yang meninggal langsung dimakamkan di sana sesuai ketentuan,” katanya.
Usai selesainya proses pemulangan jamaah, Kanwil Kemenhaj NTB kini mulai menyusun laporan akhir sekaligus melakukan evaluasi sebagai persiapan penyelenggaraan haji tahun depan.
Amin mengatakan koordinasi lebih awal akan dilakukan bersama Badan Pusat Statistik (BPS), Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Kesehatan, serta instansi terkait lainnya guna memastikan kesiapan administrasi dan kesehatan calon jamaah.
“Kami ingin semua persiapan dilakukan lebih awal agar pelaksanaan haji tahun depan semakin baik dan semakin lancar,” ujarnya.














