Lombok Barat, SIAR POST – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (PLN UIW NTB) terus memperkuat upaya peningkatan budaya keselamatan ketenagalistrikan di tengah masyarakat melalui kegiatan Sosialisasi Keselamatan Ketenagalistrikan dan Produk Layanan Kelistrikan yang diselenggarakan oleh PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) Gerung.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bupati Lombok Barat tersebut melibatkan ibu-ibu dari persatuan istri pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat sebagai bagian dari edukasi yang menyasar kelompok strategis di masyarakat.
Kegiatan ini merupakan langkah preventif PLN dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya keselamatan saat beraktivitas di sekitar jaringan listrik sekaligus memperkenalkan berbagai layanan kelistrikan yang semakin mudah diakses.
Melalui sosialisasi ini, PLN berharap masyarakat mampu mengenali potensi risiko kelistrikan sejak dini sehingga dapat meminimalkan terjadinya kecelakaan serta turut menjaga keandalan pasokan listrik.
Manager PLN ULP Gerung, Alfa Kusnal Faizin, menjelaskan bahwa listrik merupakan kebutuhan utama yang mendukung aktivitas masyarakat, namun penggunaannya harus selalu diiringi dengan pemahaman terhadap aspek keselamatan.
Menurutnya, keselamatan ketenagalistrikan merupakan tanggung jawab bersama antara PLN dan seluruh lapisan masyarakat agar tercipta lingkungan yang aman dan produktif.
Dalam pemaparannya, tim PLN menyampaikan sejumlah materi penting, antara lain menjaga jarak aman minimal tiga meter antara bangunan, pohon maupun baliho dengan jaringan listrik tegangan menengah, mengimbau anak-anak agar tidak bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik atau menggunakan benang berbahan logam, serta mengingatkan bahwa instalasi listrik setelah kWh meter menjadi tanggung jawab pemilik bangunan dan harus dikerjakan oleh instalatur resmi yang memiliki Sertifikat Laik Operasi (SLO).
Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan kemudahan pelaporan potensi bahaya maupun pengajuan layanan kelistrikan melalui aplikasi PLN Mobile dan Contact Center PLN 123.
Antusiasme peserta terlihat dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari prosedur pemangkasan pohon yang mendekati jaringan listrik hingga mekanisme penambahan daya listrik yang aman dan sesuai standar.
Melalui dialog tersebut, PLN memberikan edukasi secara langsung agar masyarakat memahami prosedur yang benar sekaligus menghindari tindakan yang berpotensi membahayakan keselamatan.
General Manager PLN UIW Nusa Tenggara Barat, Sri Heny Purwanti, menegaskan bahwa edukasi keselamatan ketenagalistrikan merupakan bagian dari komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang tidak hanya andal, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan masyarakat.
“Keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap aspek pelayanan PLN. Melalui sosialisasi yang berkelanjutan, kami ingin membangun kesadaran masyarakat agar semakin peduli terhadap potensi bahaya listrik serta memahami cara memanfaatkan listrik secara aman dan bertanggung jawab. Partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang selamat sekaligus mendukung keandalan sistem kelistrikan di Nusa Tenggara Barat,” ujar Sri Heny.
Melalui kegiatan edukasi yang dilaksanakan secara berkesinambungan, PLN UIW NTB optimistis budaya peduli keselamatan ketenagalistrikan akan semakin tertanam di tengah masyarakat.
Sinergi antara PLN, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan lingkungan yang aman, mendukung terciptanya zero accident, serta memperkuat keandalan pasokan listrik sebagai fondasi pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat. (Red).














