Inovasi di Balik Seragam, Kapolres dan Ketua Bhayangkari Lombok Utara Ukir Perubahan Sosial

LOMBOK UTARA,SIARPOST– Pengabdian seorang anggota Polri tak hanya diukur dari keberhasilannya menjaga keamanan dan ketertiban. Di Lombok Utara, pengabdian itu juga hadir dalam bentuk ruang kreativitas bagi anak muda dan gerakan sosial yang menyentuh masyarakat.

Tepat di momentum Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta dan Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny. Heny Purwanta menerima penghargaan dari Bupati Lombok Utara atas dedikasi dan inovasi yang mereka hadirkan bagi daerah.

AKBP Agus Purwanta dianugerahi penghargaan sebagai “Kapolres Inovatif” berkat terobosannya menghadirkan turnamen bola voli pertama dan turnamen E-Sport pertama di Kabupaten Lombok Utara. Dua kegiatan tersebut dinilai bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang pembinaan generasi muda agar memiliki wadah untuk menyalurkan bakat dan energi positif.

Di tengah tantangan sosial yang dihadapi anak-anak muda saat ini, langkah tersebut menjadi pendekatan baru kepolisian dalam membangun kedekatan dengan masyarakat. Polri hadir bukan hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai penggerak lahirnya aktivitas positif yang mampu melahirkan prestasi.

Prestasi itu semakin lengkap setelah Ny. Heny Purwanta menerima penghargaan sebagai “Perempuan Inspirator Ecosa”. Penghargaan tersebut diberikan atas komitmennya dalam menggerakkan program lingkungan hidup, kegiatan sosial, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat yang berdampak nyata.

Bagi masyarakat Lombok Utara, kiprah pasangan ini menjadi gambaran bahwa perubahan sosial dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang konsisten. Dari lapangan olahraga, kegiatan sosial hingga gerakan peduli lingkungan, berbagai program yang dijalankan berhasil membangun optimisme dan semangat kebersamaan.

Dalam sambutannya, AKBP Agus Purwanta menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diterima. Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Polres Lombok Utara serta dukungan seluruh elemen masyarakat.

“‘Polri untuk Masyarakat’ bukan hanya tema Hari Bhayangkara, tetapi menjadi komitmen kami untuk terus hadir, berinovasi, dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan Forkopimda, TNI, instansi terkait, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh warga yang selama ini menjaga sinergi demi terciptanya situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif di Gumi Tioq Tata Tunaq.

Penghargaan yang diterima pada Hari Bhayangkara ke-80 ini menjadi penegas bahwa di balik seragam kepolisian, terdapat semangat untuk menggerakkan perubahan sosial. Sebuah pesan bahwa Polri tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut membangun masa depan masyarakat melalui inovasi dan kepedulian.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *