LOMBOK TENGAH, SIAR POST – Harapan baru untuk kemajuan Desa Semparu, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, datang dari sosok Lalu Alwan. Ia resmi menyatakan diri sebagai Bakal Calon Kepala Desa Semparu untuk periode 2026–2034.
Lalu Alwan menawarkan konsep kepemimpinan yang mengedepankan karakter, kesopanan, nilai-nilai agama, pengalaman organisasi, serta komitmen untuk melayani masyarakat.
Dengan membawa tagline “Dari Santri untuk Mengabdi”, Lalu Alwan menegaskan bahwa pencalonannya bukan semata-mata untuk mengejar jabatan, melainkan menjadi bagian dari ikhtiar membangun Desa Semparu secara bersama-sama.
Berawal dari Pendidikan dan Pesantren
Lalu Alwan merupakan putra Desa Semparu yang menempuh pendidikan dasar di SDN Semparu dan menyelesaikannya pada 1996. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan di MTs Putra Bodak pada 1997 dan kemudian menyelesaikan pendidikan di MA Bodak pada 2002.
Ia juga pernah menempuh pendidikan tinggi di Universitas 45 Mataram, meski tidak sampai menyelesaikannya.
Selain pendidikan formal, pengalaman di lingkungan Pondok Pesantren Yatofa Bodak menjadi salah satu bagian penting dalam pembentukan karakternya. Nilai-nilai agama dan kehidupan pesantren disebut menjadi bekal dalam membentuk pribadi yang sopan, santun, rendah hati dan menghormati masyarakat.
Aktif Berorganisasi dan Dekat dengan Masyarakat
Pengalaman Lalu Alwan tidak hanya diperoleh dari bangku pendidikan. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi dan gerakan sosial.
Lalu Alwan disebut menjadi salah satu inisiator hadirnya HMI di Kabupaten Lombok Tengah. Ia juga tergabung dalam keluarga besar SUAKA NTB, SOMASI NTB, FITRA NTB dan POGOTERS.
Keterlibatannya dalam berbagai organisasi tersebut menjadi ruang bagi Lalu Alwan untuk berinteraksi dengan berbagai lapisan masyarakat sekaligus memahami persoalan sosial, transparansi pemerintahan, perlindungan masyarakat dan berbagai aspirasi warga.
Pengalaman tersebut kini ingin dibawa ke tingkat desa melalui pemerintahan yang lebih terbuka, responsif dan dekat dengan masyarakat.
Usung Konsep “Desa Semparu HEBAT”
Dalam pencalonannya, Lalu Alwan membawa visi “Menuju Desa Semparu HEBAT”.
HEBAT merupakan akronim dari Harmonis, Ekonomi Kuat, Bersih, Amanah dan Tanggap.
Konsep tersebut kemudian dituangkan dalam lima misi utama.
Pertama, Harmonis, dengan membangun kehidupan masyarakat yang rukun, damai, aman dan saling menghargai serta memperkuat persatuan warga.
Kedua, Ekonomi Kuat, melalui pengembangan potensi desa, pemberdayaan usaha masyarakat dan peningkatan kesejahteraan warga secara merata.
Ketiga, Bersih, dengan mendorong pemerintahan desa yang transparan, terbuka, profesional dan bebas dari praktik korupsi maupun penyalahgunaan wewenang.
Keempat, Amanah, yakni menjalankan pemerintahan dan pelayanan masyarakat dengan kejujuran, tanggung jawab dan disiplin serta menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Kelima, Tanggap, dengan menghadirkan pemerintahan desa yang cepat merespons keluhan, aspirasi dan kebutuhan masyarakat.
“Bukan untuk Berkuasa, Tapi Melayani”
Lalu Alwan menegaskan bahwa pembangunan Desa Semparu bukan pekerjaan satu orang. Menurutnya, kemajuan desa harus menjadi tanggung jawab seluruh masyarakat.
«“Kemajuan desa bukan tugas satu orang, melainkan tugas kita semua. Saya maju bukan untuk berkuasa, melainkan untuk menjadi pelayan masyarakat Semparu yang siap mendengar, siap bekerja, dan siap mengabdi sepenuh hati demi mewujudkan Desa Semparu yang HEBAT — Harmonis, Ekonomi Kuat, Bersih, Amanah, dan Tanggap,” ujar Lalu Alwan.»
Ia juga membawa pesan yang kuat tentang identitas dan pengabdiannya kepada tanah kelahirannya.
«“Dari Semparu, tumbuh bersama Semparu, dan siap mengabdi untuk Semparu. Ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai yang saya peroleh selama ini — semuanya untuk rakyat. Bukan untuk berkuasa, tapi untuk melayani,” tegasnya.»
Pencalonan Lalu Alwan menjadi salah satu warna dalam dinamika pemilihan Kepala Desa Semparu. Dengan latar belakang pendidikan, pengalaman organisasi dan kedekatan dengan masyarakat, ia berharap gagasan Desa Semparu HEBAT dapat menjadi jalan menuju pemerintahan desa yang lebih harmonis, kuat secara ekonomi, bersih, amanah dan tanggap terhadap kebutuhan warga.
Bagi Lalu Alwan, jabatan kepala desa bukan sekadar posisi, tetapi amanah untuk bekerja bersama masyarakat dan memastikan pembangunan Desa Semparu dapat dirasakan secara lebih merata.
Dari santri untuk mengabdi, dari Semparu untuk Semparu. (Sugianto/Red)














