Usai Trauma Healing, Cili Community House Bidik Pemulihan Sekolah Anak Sade

LOMBOK UTARA, SIARPOST— Setelah turun langsung membantu warga terdampak kebakaran besar di Kampung Sade, Yayasan Cili Community House mulai menggeser fokus pendampingannya. Bukan lagi sekadar memenuhi kebutuhan darurat, yayasan kini membidik satu persoalan yang dinilai tak kalah penting: memastikan anak-anak Desa SADE, bisa kembali belajar dan menjalani aktivitas mereka seperti sebelum Bencana.

Langkah itu dilakukan setelah tim Cili Community House melihat langsung kondisi anak-anak yang terdampak kebakaran. Selain kehilangan tempat tinggal dan berbagai barang milik keluarga, sebagian dari mereka juga kehilangan perlengkapan sekolah hingga ruang belajar yang selama ini menjadi tempat mereka berkegiatan.

Pendiri Yayasan Cili Community House, Noor Ain Husein, mengatakan pendampingan terhadap anak-anak tidak cukup hanya dengan memberikan makanan, pakaian maupun kebutuhan dasar lainnya. Kondisi psikologis anak juga harus menjadi perhatian dalam masa pemulihan.

Karena itu, pihaknya menggelar trauma healing melalui berbagai kegiatan sederhana seperti bermain, menggambar, mewarnai dan aktivitas kelompok. Kegiatan tersebut sengaja dikemas dengan suasana menyenangkan agar anak-anak memiliki ruang untuk kembali berinteraksi, tertawa dan bermain setelah mengalami situasi yang berat.

“Kami melihat anak-anak masih berada di tengah situasi yang sangat berat. Karena itu, selain memberikan bantuan kebutuhan dasar, kami juga harus hadir bersama mereka. Kami ingin mereka bermain, tertawa, melakukan aktivitas bersama, dan perlahan kembali merasakan kehidupan sebagai anak-anak,” ujar Noor Ain Husein. Senin 24/08/2026

Menurutnya, trauma healing menjadi bagian awal dari proses pemulihan. Setelah kebutuhan darurat mulai banyak ditangani berbagai pihak, Cili Community House kini ingin memastikan pemulihan anak-anak tidak berhenti setelah bantuan logistik tersalurkan.

Perhatian Cili Community House terhadap anak-anak SADE juga bukan baru muncul setelah kebakaran.

Selama ini, yayasan tersebut telah memiliki sanggar belajar di Kampung SADE. Tim secara rutin datang setiap Rabu dan Kamis untuk mendampingi anak-anak melalui berbagai kegiatan pendidikan.

Karena itu, ketika kebakaran melanda Sade dan ikut menghanguskan sanggar belajar tersebut, dampaknya dirasakan cukup dalam oleh seluruh tim Cili Community House.

“SADE sangat dekat di hati kami. Anak-anak di sana adalah anak-anak yang kami temui dan ajar setiap minggu. Ketika Sade terbakar, tempat kami mengajar mereka juga ikut terbakar. Kami melihat langsung apa yang mereka kehilangan,” katanya.

Kondisi tersebut membuat Cili Community House tidak ingin berhenti pada bantuan tanggap darurat. Yayasan ingin mengambil bagian dalam proses pemulihan jangka lebih panjang, terutama yang menyangkut keberlangsungan pendidikan anak-anak.

Noor Ain menjelaskan, saat ini cukup banyak NGO, instansi, komunitas, relawan dan masyarakat yang bergerak memenuhi kebutuhan makanan, sembako serta bantuan dasar lainnya untuk warga SADE.

Melihat kondisi tersebut, Cili Community House memilih mengambil ruang yang lebih spesifik, yakni membantu anak-anak kembali ke sekolah.

Pendataan mulai dilakukan untuk mengetahui kebutuhan masing-masing anak. Data yang dikumpulkan mencakup sekolah, usia, ukuran seragam, ukuran sepatu hingga perlengkapan belajar yang hilang akibat kebakaran.

Kebutuhan yang menjadi prioritas antara lain seragam sekolah, sepatu, tas, buku, alat tulis, pakaian anak dan berbagai perlengkapan belajar lainnya.

“Kami merasa sekarang saatnya membantu anak-anak kembali kepada rutinitas mereka. Mereka harus kembali sekolah, kembali bertemu teman-temannya, kembali belajar dan perlahan melanjutkan kehidupan mereka,” ujarnya.

Bagi Cili Community House, mengembalikan anak ke bangku sekolah bukan hanya persoalan menyediakan seragam atau buku. Rutinitas belajar dinilai menjadi bagian penting untuk membantu anak kembali memiliki rasa normal setelah mengalami bencana. (Nissa).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *