Sekolah Rakyat KLU Belum Dibuka, Dikbudpora Tak Mau Ambil Risiko Keselamatan Siswa

LOMBOK UTARA ,SIARPOST— Operasional Sekolah Rakyat di Kabupaten Lombok Utara (KLU) kembali menjadi perhatian. Meski sejumlah fasilitas utama telah berdiri, sekolah tersebut belum bisa difungsikan karena masih ada pekerjaan pendukung yang harus dituntaskan. Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Dikbudpora) KLU memilih mengutamakan keselamatan siswa ketimbang memaksakan pembukaan sekolah.

Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, mengungkapkan bahwa pembukaan Sekolah Rakyat sebelumnya telah beberapa kali diupayakan. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena kesiapan fasilitas di lingkungan sekolah belum sepenuhnya terpenuhi.

Menurut Najib, persoalan ini bukan sekadar mengejar jadwal operasional, melainkan memastikan seluruh area sekolah benar-benar aman sebelum digunakan oleh anak-anak untuk belajar dan beraktivitas.

“Sudah dua sampai tiga kali kami mencoba untuk membuka, tetapi masih ada beberapa kekurangan fasilitas yang harus diselesaikan,” ungkap Najib dalam keterangannya pada 20 Oktober 2026.

Ia menjelaskan, salah satu hal yang menjadi perhatian adalah pekerjaan konstruksi yang belum sepenuhnya rampung, termasuk penataan area lapangan dan fasilitas pendukung lainnya.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius. Sisa material bangunan, paku, maupun bagian konstruksi yang belum tertata berpotensi membahayakan siswa ketika mulai beraktivitas di lingkungan sekolah.

Karena itu, Dikbudpora KLU tidak ingin pembukaan Sekolah Rakyat justru menimbulkan persoalan baru akibat lingkungan yang belum sepenuhnya siap. Menurut Najib, keberadaan gedung saja belum cukup menjadi ukuran bahwa sebuah sekolah sudah layak dioperasikan.

Di sisi lain, fasilitas utama Sekolah Rakyat dilaporkan telah berdiri, mulai dari ruang kelas, asrama siswa, hingga pusat olahraga atau sport center. Meski demikian, penyelesaian pekerjaan pendukung tetap menjadi salah satu syarat penting sebelum seluruh fasilitas dimanfaatkan.

Dikbudpora KLU kini menargetkan Sekolah Rakyat dapat mulai beroperasi pada November 2026. Apabila seluruh kebutuhan belum memungkinkan untuk dipenuhi pada bulan tersebut, pembukaan ditargetkan paling lambat Desember 2026.

Target tersebut menjadi pekerjaan yang harus dikejar, terutama untuk memastikan seluruh fasilitas dapat digunakan tanpa mengabaikan aspek keamanan peserta didik.

Bagi pemerintah daerah, keberhasilan menghadirkan Sekolah Rakyat tidak cukup diukur dari pembangunan fisik yang telah selesai. Sekolah juga harus siap menjadi tempat belajar sekaligus tempat tinggal yang aman dan layak bagi para siswa.

Dengan demikian, penyelesaian sisa pekerjaan konstruksi dan fasilitas pendukung menjadi penentu sebelum Sekolah Rakyat KLU benar-benar memulai aktivitasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *