Derita Pak Dahman di Lombok Tengah: Lawan Kanker Nasofaring, Tak Bisa Lagi Jualan Telur Gulung, Relawan Buka Donasi

LOMBOK TENGAH, SIAR POST — Perjuangan melawan penyakit kanker tidak hanya menguras tenaga, tetapi juga menjadi beban berat bagi keluarga yang hidup dalam keterbatasan ekonomi. Kondisi itulah yang kini dialami Pak Dahman (56), warga Dusun Pemepek 2, Desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pak Dahman kini hanya bisa terbaring lemah di rumah setelah menjalani kemoterapi pertama di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) NTB pada 26 Oktober 2026.

Penyakit yang dideritanya membuat pria yang sehari-hari mencari nafkah sebagai penjual telur gulung keliling itu tidak lagi mampu bekerja seperti biasanya.

Di tengah kondisi kesehatannya yang belum pulih, persoalan ekonomi keluarga semakin terasa. Penghasilan yang sebelumnya diperoleh dari berjualan kini terhenti. Sementara kebutuhan sehari-hari, seperti beras, susu, telur, serta biaya transportasi dan makan selama menjalani pengobatan, tetap harus dipenuhi.

Bahkan, untuk kebutuhan pangan sehari-hari, keluarga Pak Dahman dilaporkan mengalami kesulitan. Kondisi ini membuat perjuangan pemulihan setelah kemoterapi semakin berat.

Relawan kemanusiaan Lombok Tengah, Melani beberapa hari lalu mengatakan, Perjalanan penyakit Pak Dahman bermula sekitar dua bulan lalu, ketika muncul benjolan di bagian lehernya. Awalnya, ia memeriksakan kondisi tersebut ke Puskesmas Pringgarata.

Dari puskesmas, Pak Dahman kemudian dirujuk ke rumah sakit di Praya. Setelah menjalani pemeriksaan dan sempat dirawat inap selama satu malam, ia kembali dirujuk ke RSUP NTB untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Setelah melalui serangkaian pemeriksaan, tim medis melakukan operasi pengangkatan benjolan tersebut. Sekitar dua minggu setelah operasi, hasil pemeriksaan keluar dan menunjukkan bahwa Pak Dahman didiagnosis menderita tumor ganas atau kanker nasofaring.

“Dokter kemudian menyarankan agar ia menjalani kemoterapi sebagai bagian dari proses pengobatan,” kata Melani.

Pada 26 Oktober 2026, Pak Dahman menjalani kemoterapi pertamanya. Sehari setelahnya, 27 Oktober, ia diperbolehkan pulang dan kini menjalani masa pemulihan di rumah.

Namun, kondisi tubuhnya masih sangat lemah. Ia belum mampu melakukan aktivitas maupun kembali berjualan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Perihal ini dilaporkan ke NTBCare yang langsung direspon dan menghubungi pihak Dinas Sosial Lombok Tengah. Sehingga pemerintah langsung memberikan respon akan turun langsung ke rumah warga tersebut, namun sayangnya setelah dia hari dilaporkan, hingga saat ini pihak Dinsos belum juga datang.

Kehilangan Penghasilan, Kebutuhan Keluarga Tetap Berjalan

Di balik perjuangan Pak Dahman melawan kanker, ada keluarga yang juga harus bertahan menghadapi keterbatasan ekonomi.

Pak Dahman memiliki lima orang anak, tiga di antaranya telah menikah dan tinggal terpisah. Sementara dua anak lainnya masih tinggal bersama orang tua.

Anak laki-lakinya yang berusia 17 tahun sudah tidak bersekolah dan bekerja serabutan. Penghasilannya tidak menentu karena hanya mengandalkan pekerjaan jika ada panggilan.

Sedangkan anak perempuan bungsunya masih duduk di bangku kelas III SMP. Istri Pak Dahman juga tidak bekerja sehingga selama ini keluarga sangat bergantung pada penghasilan Pak Dahman dari berjualan telur gulung keliling.

Ketika Pak Dahman jatuh sakit dan tidak lagi bisa berjualan, sumber penghasilan keluarga praktis terhenti.

Beban keluarga semakin bertambah karena proses pengobatan kanker membutuhkan perjalanan bolak-balik ke rumah sakit. Selain kebutuhan transportasi, keluarga juga harus memikirkan biaya makan selama mendampingi pengobatan dan kebutuhan nutrisi untuk pemulihan pasien.

Satu-satunya bantuan fasilitas yang disebut diterima keluarga sejauh ini adalah layanan ambulans gratis dari desa ketika Pak Dahman pulang setelah menjalani kemoterapi di RSUP NTB.

Relawan Buka Donasi, Berharap Pemerintah Segera Turun Tangan

Melihat kondisi tersebut, seorang relawan kemanusiaan bernama Melani tergerak untuk membantu. Melalui informasi dan kepedulian warga di media sosial Facebook serta lingkungan sekitar, Melani membuka donasi untuk membantu memenuhi kebutuhan Pak Dahman dan keluarganya.

Donasi tersebut diprioritaskan untuk kebutuhan beras, telur, susu, makanan pemulihan, serta biaya selama menjalani pengobatan dalam dua bulan ke depan.

Melani berharap semakin banyak masyarakat yang tergerak membantu, sehingga Pak Dahman dapat menjalani proses pemulihan tanpa harus dibebani persoalan kebutuhan dasar keluarga.

Di sisi lain, perhatian pemerintah juga sangat diharapkan. Dinas Sosial Kabupaten Lombok Tengah telah dihubungi oleh media ini untuk meminta tanggapan terkait kondisi Pak Dahman.

Namun, hingga berita ini disusun, Kepala Dinas Sosial belum memberikan tanggapan. Terdapat informasi bahwa petugas Program Keluarga Harapan (PKH) akan turun melakukan pengecekan kepada warga tersebut.

Akan tetapi, menurut informasi yang diterima, hingga beberapa hari setelah kondisi Pak Dahman dilaporkan ke Dinas Sosial, belum ada petugas yang datang melakukan peninjauan langsung.

Kehadiran pemerintah melalui pendataan dan asesmen sosial diharapkan dapat segera dilakukan untuk mengetahui kondisi riil keluarga tersebut serta kemungkinan bantuan yang dapat diberikan sesuai ketentuan.

Kini, di tengah perjuangan menghadapi kanker nasofaring, Pak Dahman membutuhkan lebih dari sekadar pengobatan. Ia juga membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan pangan dan nutrisi selama menjalani pemulihan.

Bagi keluarga yang kehilangan sumber penghasilan akibat sakitnya Pak Dahman, bantuan sekecil apa pun sangat berarti.

Masyarakat yang ingin membantu dapat menyalurkan donasi melalui:

Donasi untuk Pak Dahman
Nama penerima: Dana Ririn
Nomor rekening/tujuan transfer: 085935108323

Semoga kepedulian masyarakat dan perhatian pemerintah dapat menjadi kekuatan bagi Pak Dahman dan keluarganya untuk melewati masa sulit ini.

Sebab, di tengah perjuangan melawan penyakit berat, tidak seharusnya seseorang juga harus berjuang sendirian untuk sekadar memenuhi kebutuhan makan keluarganya. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *