banner 728x250

YPKAI Rawat Puluhan Pasien Kanker Asal NTB Tanpa Biaya, Kini Perlu Dukungan Beli Rumah Singgah

banner 120x600
banner 468x60

Denpasar, SIARPOST – Yayasan Peduli Kanker Anak Indonesia (YPKAI) yang berbasis di Bali terus menjadi sandaran harapan bagi anak-anak penderita kanker dan tumor, khususnya yang berasal dari Nusa Tenggara Barat (NTB).

Yayasan ini sudah hampir 10 tahun berdiri dan hingga kini membiayai penuh seluruh kebutuhan pasien, mulai dari pendampingan, rumah singgah, makan, sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari pasien.

banner 325x300

Wahyu, perwakilan YPKAI, saat ditemui Jumat (29/8/2025) menjelaskan bahwa selama pasien menjalani pengobatan di Bali, mereka tidak perlu mengeluarkan biaya sepeserpun. Semua ditanggung oleh yayasan, termasuk kebutuhan orang tua atau pendamping yang menemani anak.

BACA JUGA : Rakerda KNPI NTB: Pemuda Siap Kawal IPR, Kritik Gubernur yang Tertutup

“Pasien hanya fokus pada pengobatan, sementara biaya hidup, kamar, makan, sekolah, bahkan kebutuhan sosial anak-anak kami yang tanggung. Kami ingin mereka tetap bisa tersenyum, tetap sekolah, dan tidak terbebani oleh persoalan ekonomi,” jelas Wahyu.

YPKAI mencatat, hampir 60 persen pasien yang mereka rawat justru berasal dari NTB. Data yayasan menunjukkan sejak 2013 hingga kini, ada ratusan pasien dari berbagai daerah NTB yang pernah ditangani, di antaranya:

Kota Mataram: 24 pasien

Lombok Barat: 37 pasien

Lombok Tengah: 39 pasien

Lombok Utara: 22 pasien

Lombok Timur: 65 pasien

Sumbawa: 22 pasien

“Sampai sekarang pasien dari NTB masih yang terbanyak. Ada yang sudah bertahan hingga 7 tahun bersama kami di Bali,” ungkap Wahyu.

Program Lengkap: Rumah Singgah, Sekolah, hingga Aktivitas Outdoor

Tidak hanya pengobatan, YPKAI juga menghadirkan berbagai program agar anak-anak tidak jenuh selama tinggal di rumah singgah.

Mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA, mendapat pendampingan psikososial, serta kegiatan outdoor yang membuat mereka tetap bersemangat.

“Kami ingin anak-anak tetap punya semangat hidup. Walaupun sedang sakit, mereka tetap bisa bermain, belajar, dan punya harapan,” tambahnya.

BACA JUGA : Senyum Baru untuk Ainun dan Jumaril: Kapolda NTB dan Dirut RSUD Praya Kirim Bantuan Sembako untuk Anak-anak Penderita Bibir Sumbing di Loteng

Saat ini, YPKAI tengah menghadapi tantangan besar. Kapasitas rumah singgah yang ada sangat terbatas, hanya sekitar 18 tempat tidur.

Padahal jumlah pasien aktif bisa mencapai 40 hingga 50 orang. Untuk menampung lebih banyak pasien, pihak yayasan berencana membeli rumah baru dengan kapasitas lebih besar.

“Kami sedang berusaha membeli rumah dengan luas lahan 300 meter persegi dan bangunan dua lantai. Total kebutuhan sekitar Rp2,5 miliar, dan kami masih kekurangan lebih dari Rp1 miliar. Karena itu, kami mengetuk hati masyarakat dan pemerintah, khususnya di NTB, untuk ikut membantu,” jelas Wahyu.

Harapan untuk Dukungan Pemerintah dan Masyarakat NTB

Selama ini YPKAI bertahan dengan bantuan CSR perusahaan swasta di Bali. Namun karena sebagian besar pasien berasal dari NTB, pihak yayasan berharap ada perhatian dari pemerintah daerah maupun masyarakat NTB.

“Anak-anak NTB yang sakit kanker ini sebenarnya sedang berjuang di Bali. Kami hanya ingin mereka nyaman menjalani pengobatan. Kami mohon dukungan material agar yayasan ini bisa terus melayani tanpa kendala,” pungkas Wahyu.

Pewarta : Intan | Editor : Feryal

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *