Cadangan Emas 506 Juta Ton di Sumbawa Bernilai Ratusan Triliun, Bisa Bangun Apa Saja untuk NTB?

Sumbawa, SIAR POST — Pulau Sumbawa kembali mencuri perhatian nasional. Pasalnya, wilayah ini diperkirakan memiliki potensi cadangan emas sebesar 506,98 juta ton bijih (ore). Angka fantastis ini menegaskan posisi Sumbawa sebagai salah satu lumbung mineral terbesar di Indonesia.

Namun pertanyaannya, berapa nilai ekonomis cadangan emas tersebut jika diolah optimal? dan apa saja yang bisa dibangun untuk masyarakat NTB dari potensi kekayaan alam ini?

Penting untuk dipahami, angka 506,98 juta ton tersebut bukanlah emas murni, melainkan batuan ore yang mengandung emas dengan kadar tertentu.

Berdasarkan studi geologi, kadar emas di tambang Sumbawa berkisar 0,1–0,48 gram per ton ore.
Untuk perhitungan konservatif, digunakan asumsi 0,3 gram emas per ton ore.

Artinya: 506,98 juta ton × 0,3 gram = sekitar 152 juta gram emas,
atau setara dengan ±152 ton emas murni.

Jumlah tersebut merupakan potensi emas yang dapat diekstraksi setelah melalui proses pengolahan.

Estimasi Nilai Ekonomis Mencapai Rp150 Triliun
Jika harga emas dunia diperkirakan US$60.000 per kilogram atau sekitar Rp950 juta–Rp1 miliar per kg, maka:
152.000 kg × US$60.000 = sekitar US$9,1 miliar
atau setara dengan Rp144–150 triliun.

Ini baru nilai emasnya saja, belum termasuk kandungan tembaga, perak, dan mineral ikutan lainnya yang potensi nya sangat besar.

Nilai Rp150 triliun tentu sangat besar dibandingkan kapasitas fiskal daerah. Jika dikelola secara adil dan berpihak pada rakyat, potensi ini mampu mendorong kemajuan ekonomi dan sosial NTB secara signifikan.

Apa yang Bisa Dibangun untuk NTB?

  1. Sektor Kesehatan
    Biaya pembangunan satu rumah sakit rujukan modern sekitar Rp1 triliun.
    Dengan Rp150 triliun, secara teoritis dapat dibangun lebih dari 100 rumah sakit modern, termasuk pusat kanker, jantung, dan layanan kesehatan daerah terpencil.
  2. Pendidikan dan SDM
    Misalnya, biaya beasiswa lengkap S1–S3 sekitar Rp200 juta per mahasiswa.

Dengan Rp2 triliun saja sudah bisa membiayai 10.000 mahasiswa NTB.
Jika dialokasikan 5–10 kali lipat, dampaknya akan luar biasa.

Tambahan lainnya yang bisa dibangun seperti kampus riset bertaraf internasional, politeknik teknologi tambang, sekolah modern di seluruh kabupaten/kota.

  1. Infrastruktur

Potensi ini juga bisa membiayai jalan nasional dan tol regional, pelabuhan logistik modern, bandara berstandar internasional, akses desa terpencil.
Bahkan setelah itu, masih tersisa ruang besar untuk sektor lainnya.

  1. Penguatan Ekonomi Masyarakat

Dana juga dapat diarahkan pada UMKM berbasis rakyat, pertanian modern, perikanan bernilai tambah, dan hilirisasi industri. Sehingga ekonomi masyarakat tidak hanya bergantung pada tambang.

Meski potensinya raksasa, ada fakta penting yang harus diperhatikan.
Kadar emas hanya beberapa gram per ton,
terdapat biaya produksi dan logistik, tidak semua cadangan layak ditambang, pajak dan royalti mengurangi margin
lingkungan harus dijaga ketat.

Namun demikian, nilai ekonominya tetap jauh melampaui APBD NTB.

Tambang di Sumbawa juga menghasilkan tembaga, perak, dan mineral lain yang menambah nilai ekonomi secara signifikan.

Presiden Presidium Aliansi Provinsi Pulau Sumbawa, Muhammad Sahril Amin Dea Naga menyoroti potensi Sumberdaya yang ada di Sumbawa. Ia mengatakan, dengan potensi mencapai ratusan triliun rupiah, ia berharap emas tidak hanya keluar sebagai komoditas, tetapi kembali dalam bentuk kesejahteraan nyata.

“Kuncinya transparansi, keadilan bagi masyarakat lokal, keberlanjutan lingkungan, dan tata kelola yang profesional,” ujar Sahril beberapa waktu lalu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *