Dompu, SIAR POST — Ajakan Bupati Dompu, Bambang Firdaus, agar masyarakat semakin mencintai dan bangga terhadap identitas budaya Dompu mendapat respon positif dari para tokoh masyarakat dan tokoh intelektual Dompu.
Dalam sebuah video yang direkam pada acara resmi beberapa waktu lalu, Bupati Bambang Firdaus menegaskan pentingnya menjaga jati diri dan kebanggaan pada daerah sendiri.
“Kita juga punya bahasa Dompu, kita punya jati diri, kita punya asal usul yang jelas. Kita harus bangga dengan daerah kita, jangan bangga dengan daerah orang lain. Apapun kondisinya Dompu hari ini, kita harus bangga dan bersyukur. Maka kita harus terus membangun nama besar Dompu agar semakin dikenal. Dompu hebat, Dompu bisa dan Dompu maju,” tegasnya.
Semangat tersebut selaras dengan hadirnya Buku Mata Pelajaran Muatan Lokal (Mulok) Dompu yang mulai diterapkan pada tahun 2025 sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Dompu di bawah kepemimpinan Bambang Firdaus – Syirajuddin (BF–DJ) dalam menjaga dan melestarikan identitas budaya serta nilai luhur Suku Dompu.
Pernyataan Bupati ini pun memantik tanggapan konstruktif dari para tokoh Dompu yakni Ketua Yayasan Kesultanan Dompu, H. Syaiful Islam, saat diwawancarai Minggu (4/1/2026), menyampaikan apresiasinya terhadap pernyataan Bupati Dompu.
“Saya sangat mengapresiasi statemen Bupati Dompu Bambang Firdaus. Sudah lama kami memperjuangkan agar identitas Dompu dipahami secara benar. Bahkan saat hearing dengan DPRD NTB, mereka baru menyadari bahwa Dompu memiliki etnis sendiri dan bukan bagian dari etnis lain,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa, Yayasan Kesultanan Dompu
bersama, Rukun Keluarga Dompu (RKD) Mataram
sedang menyiapkan seminar besar yang akan berujung pada Deklarasi Suku Dompu yang rencananya digelar di Dompu atau Mataram.
Ia mengatakan saat ini telah dibentuk Tim Persiapan bernama “NGGUSU WARU” untuk merumuskan poin-poin deklarasi.
“Ini sangat urgen. Penyebutan nama Dompu dan identitas Suku Dompu harus jelas. Kami akan komunikasikan dengan Bupati dan DPRD serta lakukan sosialisasi,” ujarnya.
Tokoh Dompu lainnya, Ridwansyah, yang akrab disapa Dae Iwan, putra mantan Bupati Dompu periode 1984–1989, M. Yakub MT, juga menyambut positif statemen Bupati.
Mantan Kepala Dinas PUPR Provinsi NTB ini menilai momen ini sangat penting bagi penguatan jati diri masyarakat Dompu.
“Ini patut diapresiasi. Tidak hanya soal bahasa Dompu, tetapi lebih luas lagi pada eksistensi Suku Dompu. Kini saat yang tepat untuk menegaskan bahwa Dompu adalah Dompu, dengan jati diri dan sejarahnya sendiri,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan sejarah Dompu sebagai kerajaan, kesultanan daerah swapraja, hingga daerah otonom, sudah menjadi bukti kuat bahwa Dompu memiliki identitas budaya yang mandiri.
“Selama perjuangan memperkuat jati diri Suku Dompu tidak menimbulkan perpecahan budaya, maka itu sah-sah saja. Justru penting untuk melestarikan warisan budaya Dompu bagi generasi mendatang,” tegasnya.














