Lombok Utara,SIARPOST – Desa Pansor, Kabupaten Lombok Utara, mendadak memanas setelah proses seleksi Kepala Dusun (Kadus) memicu kekecewaan warga. Keputusan panitia seleksi (pansel) yang merekomendasikan peserta dengan nilai terendah memantik protes hingga berujung aksi demonstrasi dan kericuhan.
Sejumlah warga mempertanyakan transparansi dan objektivitas hasil seleksi. Mereka menilai keputusan pansel tidak mencerminkan asas keadilan, karena kandidat dengan nilai terbaik justru tidak direkomendasikan. Kekecewaan yang menumpuk akhirnya memicu aksi unjuk rasa di kantor desa.
Situasi sempat tak terkendali. Massa yang kecewa meluapkan emosi dan terjadi ketegangan antara demonstran dan aparat desa. Bahkan, Kepala Desa Pansor menjadi sasaran kemarahan massa dalam insiden tersebut.
Menanggapi polemik ini, Bupati Lombok Utara, H. Najmul Akhyar, angkat bicara. Ia mengaku telah menerima informasi awal terkait dinamika yang terjadi di Desa Pansor.
“ sekilas saya melihat mungkin ada dinamika karena pemilihan kepala dusunnya. Di mana Pak Kepala Desa kita di Pansel tidak merekomendasi nomor urut terbaik pada saat pansel kemarin. Nah, itu yang sedang menjadi gejolak di masyarakat kita di sana,” ujar Najmul.
”Lanjutnya. Karena sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dan saya minta di sana untuk melakukan seleksi ulang atau langkah-langkah lain yang sesuai dengan undang-undang,” tegasnya.
Instruksi seleksi ulang diharapkan menjadi jalan tengah guna meredam ketegangan sekaligus memastikan proses berjalan transparan dan sesuai aturan. Pemerintah daerah menekankan pentingnya menjaga kondusivitas serta mengedepankan musyawarah agar persoalan tidak semakin meluas.
Hingga kini, situasi di Desa Pansor dilaporkan mulai berangsur kondusif, meski warga masih menanti kejelasan langkah konkret dari pemerintah desa dan pansel terkait mekanisme seleksi ulang tersebut.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Pansor Airman, belum dapat dimintai keterangan terkait kejadian tersebut.”(Niss)














