SUMBAWA, NTB (SIAR POST) – Panitia Khusus (Pansus) DPRD Kabupaten Sumbawa menyampaikan sejumlah rekomendasi strategis terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kabupaten Sumbawa Tahun 2025.
Usulan tersebut disampaikan oleh anggota pansus, Andi Rusni, sebagai bentuk evaluasi sekaligus arah perbaikan kebijakan pembangunan ke depan.
Salah satu sorotan utama datang dari sektor tenaga kerja. Andi Rusni menilai tingginya minat masyarakat mengikuti pelatihan operator alat berat perlu direspons serius oleh pemerintah daerah.
“Pelatihan tidak hanya terbatas pada excavator, tetapi juga mencakup bulldozer, loader hingga dump truck untuk mendukung program penciptaan tenaga kerja unggul dan mandiri di Kabupaten Sumbawa,” ujar Andi Rusni dalam rilisnya, Selasa (7/4/2026).
Namun demikian, pansus menemukan adanya syarat yang dinilai tidak rasional dalam pelatihan tersebut, yakni kewajiban memiliki SIM A dan kemampuan mengemudi kendaraan roda empat.
Menurut anggota DPRD Sumbawa ini, ketentuan ini justru membatasi akses masyarakat. Sebagai solusi, pansus mengusulkan agar syarat tersebut diganti dengan serangkaian tes seperti psikotes, tes kepribadian, psikomotor, kesadaran keselamatan, hingga ketahanan kerja.
“Pendekatan ini lebih relevan untuk mengukur kesiapan mental dan kemampuan teknis calon operator alat berat,” demikian salah satu poin rekomendasi.
Selain itu, untuk meningkatkan kualitas pelatihan, pansus mendorong pengadaan simulator excavator melalui APBD Perubahan 2026.
Langkah ini dinilai penting untuk menciptakan pelatihan yang aman, efisien, dan berstandar sertifikasi sebelum peserta terjun langsung menggunakan alat berat.
Tak hanya itu, pansus juga menyoroti kondisi peralatan di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Sumbawa yang dinilai sudah usang. Mesin pelatihan bahkan masih menggunakan teknologi lama.
Oleh karena itu, pemerintah daerah diminta melakukan modernisasi alat agar sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif saat ini.
Di sektor infrastruktur, pansus mengapresiasi langkah Pemerintah Kabupaten Sumbawa di bawah kepemimpinan Syarafuddin Jarot dan Mohamad Ansori dalam mendorong pembangunan jalan melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD).
Beberapa ruas jalan strategis seperti Batu Dulang–Tepal hingga Tepal–Batu Rotok mulai dikerjakan dengan nilai ratusan miliar rupiah.
Meski begitu, pansus meminta agar peningkatan kualitas jalan terus dilakukan, termasuk percepatan peningkatan jalan menjadi hotmix atau blacktop di sejumlah wilayah pertanian guna mendukung distribusi pangan dan konektivitas desa.














