Lombok Utara,SIARPOST — Saat gema takbir Idul Adha masih mengalun dan masyarakat menikmati hangatnya kebersamaan bersama keluarga, pemandangan berbeda justru terlihat di Kabupaten Lombok Utara, Rabu (27/5/2026). Puluhan pemain dan official PS Daygun Lombok Utara memilih meninggalkan kampung halaman, menanggalkan sejenak suasana hari raya, demi menjemput sejarah di pentas sepak bola nasional.
Keberangkatan skuad PS Daygun menuju turnamen sepak bola profesional Piala Presiden resmi dilepas oleh PSSI melalui Askab Lombok Utara bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara. Momen ini bukan sekadar agenda pelepasan tim, melainkan babak baru perjalanan sepak bola daerah yang untuk pertama kalinya mengirimkan wakilnya berlaga di kompetisi nasional.
Di balik tas yang dipanggul para pemain, tersimpan harapan besar masyarakat Lombok Utara. Mereka berangkat bukan hanya sebagai tim sepak bola, tetapi sebagai representasi mimpi kolektif sebuah daerah yang selama ini terus berupaya menegaskan eksistensinya di panggung olahraga nasional.
Ketua Askab PSSI Lombok Utara, H. R. Nuna Abriadi, S.IP, menyebut kesempatan ini sebagai momentum emas yang harus dijawab dengan kerja keras dan pembuktian di lapangan.
“Ini untuk pertama kalinya kita menginjakkan kaki dalam liga profesional Piala Presiden. Di sana nanti akan datang pelatih-pelatih nasional. Tunjukkan talenta kalian yang terbaik bahwa kita, Kabupaten Lombok Utara, tidak kekurangan sumber daya insan sepak bola,” ujarnya.
Menurutnya, keberhasilan menembus turnamen ini menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola di Lombok Utara mulai menunjukkan hasil. Ia juga mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, masyarakat, hingga berbagai elemen yang terus memberi semangat kepada tim.
Suasana emosional juga terasa ketika Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, SH., MH, secara langsung melepas keberangkatan kontingen. Ia menilai, pengorbanan para pemain yang meninggalkan keluarga di momen hari raya menunjukkan kesungguhan untuk berjuang membawa nama daerah.
“Ketika saudara-saudara kita sedang menikmati Hari Raya Idul Adha bersama keluarga, kita justru berangkat ke medan juang. Tujuan kita satu, mengangkat nama baik Kabupaten Lombok Utara,” tegasnya.
Bupati optimistis PS Daygun mampu memberikan kejutan di tengah persaingan ketat melawan tim-tim kuat nasional seperti PS Tasikmalaya dan klub peserta lainnya. Ia bahkan berjanji akan hadir langsung di stadion untuk memberikan dukungan kepada para pemain.
Namun lebih dari sekadar target kemenangan, pesan yang paling ditekankan adalah menjaga soliditas tim. Di level kompetisi nasional, mental bertanding dinilai menjadi faktor penentu.
“Tidak ada ruang untuk mengeluh. Kalau ada kekurangan, selesaikan bersama. Jaga kekompakan, saling menopang, karena kalian membawa nama besar daerah ini,” pesan Najmul.
Pelepasan ditutup dengan doa bersama, memohon keselamatan dan kelancaran perjuangan tim. Sesaat kemudian, suasana yang semula khidmat berubah menjadi ledakan semangat saat seluruh pemain dan official meneriakkan yel-yel kemenangan.
“PS Daygun? Menang! Menang! Menang!”
Pekikan itu bukan sekadar slogan. Ia adalah deklarasi tekad bahwa PS Daygun Lombok Utara datang ke Piala Presiden bukan hanya untuk meramaikan kompetisi, melainkan untuk membuktikan bahwa dari ujung utara Pulau Lombok, lahir kekuatan baru yang siap menorehkan sejarah di sepak bola nasional.(Niss)














