MATARAM, SIAR POST | Kapolda NTB Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya Bhayangkari, dalam mencegah penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian.
Hal itu disampaikan saat penandatanganan pakta integritas personel Polda NTB di Gedung Sasana Dharma Polda NTB, Jumat (29/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, penandatanganan pakta integritas turut disaksikan oleh istri anggota atau orang tua bagi personel yang belum menikah. Kehadiran Bhayangkari disebut memiliki makna mendalam dalam menjaga integritas anggota Polri.
“Kehadiran ibu-ibu Bhayangkari mempunyai makna yang mendalam. Di balik kesuksesan suami ada doa istri. Keluarga adalah benteng utama bagi anggota Polri,” ujar Kapolda NTB saat membacakan arahan Kapolri.
Kapolda berharap para Bhayangkari dapat menjadi pengingat sekaligus pengawas dalam kehidupan rumah tangga agar para anggota Polri tetap bekerja secara profesional dan menjauhi pelanggaran.
“Saya berharap ibu-ibu menjadi alarm bagi suami untuk mencari nafkah yang halal. Dukungan moril dari keluarga sangat penting untuk meningkatkan kinerja dan mencegah pelanggaran,” katanya.
Menurut Kapolda, pengawasan dari keluarga menjadi faktor paling krusial dalam pencegahan narkoba di lingkungan kepolisian. Karena itu, penandatanganan pakta integritas sengaja melibatkan keluarga inti personel.
“Pencegahan narkoba yang paling utama dimulai dari keluarga. Harus ada pengawasan dan saling mengingatkan antara suami dan istri agar tidak terjerumus narkoba,” tegasnya.
Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja juga menyampaikan bahwa seluruh personel Polda NTB yang berjumlah 11.164 anggota akan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen bersama menjaga marwah institusi Polri.
Isi pakta integritas tersebut menegaskan bahwa anggota yang terbukti terlibat narkoba akan dikenakan sanksi tegas mulai dari pidana hingga pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH).














