Heboh Dugaan Badal Haji Fiktif di NTB, Kakanwil Kemenhaj: Tidak Ada Kaitannya dengan Kami, Semua Jamaah Sudah Tersistem

MATARAM NTB, SIAR POST – Dugaan praktik manipulasi pelaksanaan badal haji di Nusa Tenggara Barat (NTB) mendapat tanggapan dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) NTB, H. Lalu Muhamad Amin, SH. Ia menegaskan bahwa mekanisme badal haji resmi tidak memiliki keterkaitan dengan pihak Kanwil Kemenhaj NTB maupun proses penyelenggaraan haji di daerah.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul aksi unjuk rasa Barisan Oposisi Muda (BOM) NTB yang mengungkap dugaan adanya puluhan orang direkam mengenakan pakaian ihram seolah-olah menjadi pelaksana badal haji bagi calon jamaah haji (CJH) yang meninggal dunia.

Menurut Amin, seluruh data jamaah haji reguler telah tercatat secara resmi dalam sistem Kementerian Haji dan Umrah sehingga tidak dapat dimanipulasi.

“Kalau memang secara data reguler haji, semuanya sudah ditanggung pemerintah. Data jamaah itu tersistem dan tidak bisa diutak-atik,” tegasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (24/6/2026).

Ia menjelaskan, NTB tahun ini memberangkatkan 5.798 jamaah haji yang terbagi dalam 15 kelompok terbang (kloter). Selama penyelenggaraan ibadah haji, tercatat 11 jamaah asal NTB meninggal dunia di Tanah Suci.

Menurutnya, pelaksanaan badal haji hanya diberikan kepada jamaah yang wafat sebelum menyelesaikan rukun haji.

“Kalau badal itu diberikan kepada jamaah yang meninggal sebelum menyelesaikan seluruh rangkaian hajinya. Yang membadalkan adalah petugas di Arab Saudi dari Indonesia yang memang ditugaskan melayani jamaah kita,” jelas Amin.

Ia juga menegaskan bahwa proses badal haji tidak dilakukan di Indonesia.
“Badal haji apa hubungannya di Indonesia. Jangankan di Indonesia, di Madinah saja tidak bisa dilakukan. Pelaksanaannya di Arab Saudi oleh petugas yang ditunjuk,” katanya.

Amin mengaku baru mengetahui adanya video yang beredar mengenai dugaan manipulasi badal haji. Namun ia belum dapat memastikan kebenaran maupun siapa pihak yang diduga terlibat.

“Saya tidak tahu masalah video itu. Mana petunjuknya, siapa yang dibadalkan, mana informasinya. Saya juga tidak berani memperkirakan siapa pelakunya,” ujarnya.

Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap berbagai bentuk penipuan yang mengatasnamakan penyelenggaraan ibadah haji.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *