Viral Disebut Terlantar di Bali, Pengelola Panti Asuhan KSB Klarifikasi: Anak-anak Sedang Jalani Pengobatan, Bukan Ditelantarkan

DENPASAR, SIARPOST – Viral di media sosial mengenai sejumlah anak panti asuhan asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang dianggap oleh netizen terlantar di Kota Denpasar, Bali, akhirnya mendapat penjelasan langsung dari pengelola panti asuhan, Patmawati.

Saat ditemui media di Denpasar, Minggu (26/7/2026), Patmawati menegaskan bahwa narasi yang menyebut anak-anak tersebut terlantar tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya. Ia menjelaskan kehadiran mereka di Bali bukan karena ditelantarkan, melainkan sedang menjalani proses pengobatan lanjutan.

“Orang bertanya kenapa anak-anak ini ada di Bali, kenapa tidak di panti. Mereka tidak tahu perjalanan kami membawa anak-anak ini berobat dan mengikhtiarkan kesembuhan mereka,” ujarnya.

Menurut Patmawati, selama ini perjalanan pengobatan anak-anak tersebut juga kerap dibagikan melalui media sosial miliknya.

Bahkan sebelum menjalani pengobatan di Bali, salah satu anak bernama Nurhayati telah menjalani perawatan rutin hingga dua tahun di Jakarta.

Ia mengatakan, Nurhayati masuk ke panti asuhan dengan kondisi memiliki penyakit serius. Anak tersebut telah menjalani operasi di Mataram dan Jakarta, kemudian tetap harus menjalani kontrol rutin karena masih mengalami gangguan kesehatan, termasuk adanya cairan di otak pascaoperasi.

“Di Jakarta sebenarnya pengobatannya sudah maksimal. Setelah itu kami memilih melanjutkan pengobatan di Bali karena lebih dekat dari panti dan sesuai rujukan dokter spesialis yang menangani penyakitnya,” jelasnya.

Patmawati menerangkan bahwa pelayanan kesehatan seluruh anak telah dijamin melalui BPJS. Namun, kebutuhan hidup sehari-hari selama mendampingi proses pengobatan, seperti konsumsi dan biaya di luar layanan medis, tidak seluruhnya ditanggung.

Selain Nurhayati, seorang anak lain bernama Icha juga ikut mendampingi karena sejak kecil keduanya tidak dapat dipisahkan, kebetulan Icha dalam keadaan sakit dan obat nya sama dengan Nurhayati, sehingga mereka mengkonsumsi obat dan dosis yang diatur bersama.

Icha adalah anak yang lahir dengan kondisi tidak normal, sejak lahir pun sakit-sakitan. Bahkan bersama seorang kakaknya, ketiga anak tersebut selalu hidup berdampingan sehingga ia memilih membawa mereka bersama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *