LOMBOK UTARA SIARPOST— Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Chili House tahun ini berlangsung semarak. Tak sekadar menggelar perlombaan, Chili House menghadirkan kembali sejumlah permainan tradisional sebagai ruang bagi anak-anak untuk mengenal makna kebersamaan, keberanian dan semangat pantang menyerah.
Kegiatan digelar serentak di tiga lokasi, yakni Teluk Dalam, Gili Trawangan dan Mataram, Senin (17/8/2026).
Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah panjat pinang khusus anak-anak, yang digelar di kawasan Pantai Sire bersama keluarga besar Chili House Teluk Dalam.
Sekitar 250 anak dan wali murid memadati lokasi sejak pagi. Mengenakan pakaian bernuansa merah putih, mereka larut dalam suasana kemerdekaan yang penuh keceriaan.
Beragam lomba tradisional digelar, mulai dari balap karung, makan kerupuk, bola dangdut, tarik tambang hingga permainan lainnya. Namun, panjat pinang menjadi salah satu kegiatan yang paling menarik perhatian.
Bagi Chili House, panjat pinang bukan sekadar perlombaan untuk memperebutkan hadiah. Permainan tersebut menjadi sarana mengenalkan tradisi perayaan kemerdekaan kepada anak-anak sekaligus menanamkan nilai kerja sama, keberanian, sportivitas, kegigihan dan perjuangan untuk mencapai tujuan.
Semangat anak-anak juga semakin terasa dengan penampilan tarian dan Taekwondo dari siswa Chili House. Sementara itu, sekitar 70 door prize dibagikan kepada wali murid sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.
Di Gili Trawangan, kemeriahan kemerdekaan hadir dengan konsep berbeda. Keluarga besar Chili House menggelar berbagai perlombaan sekaligus pawai kemerdekaan.
Anak-anak tampil menggunakan pakaian adat, kebaya hingga pakaian sekolah bernuansa merah. Pawai tersebut tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga memperkenalkan keberagaman budaya Indonesia kepada generasi muda.
Sementara di Mataram, perayaan berlangsung lebih sederhana namun tetap penuh antusiasme. Anak-anak mengikuti sejumlah perlombaan dengan suasana penuh kegembiraan.
Pendiri Chili House, Noor Ain Husein, mengatakan, momentum kemerdekaan menjadi pengingat bahwa perjuangan untuk Indonesia tidak berhenti pada masa lalu. Menurutnya, perjuangan hari ini dapat dilanjutkan melalui pendidikan dan kesempatan bagi anak-anak untuk tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter.
“Bagi kami, perjuangan hari ini adalah memastikan setiap anak Indonesia mempunyai kesempatan untuk belajar, bertumbuh, bermimpi, dan memiliki masa depan. Kami tidak hanya ingin mereka menjadi anak-anak yang pintar dan cerdas, tetapi juga memiliki karakter, keberanian, kepedulian, dan hati untuk Indonesia,” ujarnya.
Ia berharap anak-anak yang saat ini mendapatkan pendidikan dan ruang untuk berkembang nantinya mampu membawa Indonesia lebih jauh.
“Suatu hari nanti, ketika rambut kami telah memutih dan langkah kami telah melambat, kami berharap melihat anak-anak ini berdiri lebih tinggi daripada kami, lebih pintar daripada kami, lebih berani daripada kami, dan membawa Indonesia lebih jauh daripada yang pernah kami mampu,” kata Ain
Menurutnya, perubahan besar dapat dimulai dari langkah sederhana, termasuk memberikan kesempatan kepada satu anak untuk mendapatkan pendidikan dan berkembang.
Chili House juga menyampaikan apresiasi kepada para wali murid yang ikut terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan. Kekompakan orang tua dan anak, terutama dalam balutan merah putih, menjadi bagian penting dari semarak perayaan tahun ini.
Bagi Chili House, perayaan 17 Agustus bukan hanya tentang siapa yang memenangkan perlombaan. Dari balap karung hingga panjat pinang, anak-anak diajak belajar bahwa mencapai puncak membutuhkan keberanian, kerja sama dan kegigihan.
Nilai-nilai itulah yang diharapkan terus tumbuh bersama mereka hingga dewasa.
Sebab, anak-anak yang hari ini berebut mencapai puncak panjat pinang, berlari, tertawa dan bermimpi, kelak diharapkan menjadi generasi yang membawa Indonesia melangkah lebih jauh tutupnya.(Niss)














