Diduga Dianiaya Usai Mabuk dan Cekcok di Cafe, Warga KSB Lapor Polisi: Kabid Dispar dan Perawat RSUD Ikut Dilaporkan

SUMBAWA BARAT, SIAR POST — Warga Taliwang, Kabupaten Sumbawa Barat, berinisial A, melaporkan tiga orang ke Polres Sumbawa Barat atas dugaan tindak pidana penganiayaan yang terjadi di wilayah Taliwang, Senin (7/9/2026) dini hari.

Dua dari tiga orang yang dilaporkan disebut-sebut merupakan seorang yang diketahui menjabat sebagai Kepala Bidang di Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) berinisial Z dan seorang perawat RSUD Asy-Syifa berinisial A.

Laporan tersebut tercatat dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan Polres Sumbawa Barat dengan perkara dugaan penganiayaan. Dalam dokumen tersebut, pelapor menerangkan kejadian yang dialaminya sekitar pukul 03.30 WITA hingga sekitar pukul 04.30 WITA.

Menurut keterangan teman korban saat diwawancarai, ketiga orang tersebut sebelumnya berada di sebuah kafe di kawasan Balat Taliwang.

“Mereka usai minum di kafe itu dan cekcok dengan teman saya. Kemudian pada saat pulang ketemu lagi dengan kami, sempat cekcok dan mereka mengancam menggunakan senjata tajam. Padahal kita tidak tahu permasalahannya apa,” ujar teman A saat menceritakan kejadian tersebut, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan uraian kejadian dalam surat laporan, persoalan bermula ketika pelapor dan salah satu terlapor terlibat cekcok saat berada di kafe.

Situasi kemudian disebut memanas. Salah satu terlapor diduga melempar botol minuman ke arah pelapor hingga mengenai bagian kaki.

Pelapor mengaku sempat menghampiri dan menanyakan maksud tindakan tersebut. Namun, situasi justru semakin tegang setelah dua orang lainnya datang dan diduga ikut terlibat dalam keributan.

Yang membuat situasi semakin mencekam, berdasarkan keterangan dalam laporan, usai cekcok di cafe, mereka bertiga menghampiri pelapor di simpang Kota Taliwang, salah satu terlapor disebut mengambil parang yang sebelumnya berada di dalam mobil.

Pelapor mengaku sempat memegang tangan terlapor sambil meminta agar persoalan diselesaikan dengan baik. Namun, tak lama kemudian terjadi aksi pemukulan yang mengenai bagian wajah sebelah kiri pelapor.

Pelapor kemudian mengaku membalas pukulan tersebut. Situasi semakin kacau setelah salah satu pihak disebut mengeluarkan pisau dan mengejar pelapor bersama temannya.

“Teman saya sempat kena pukul oleh AM, dan Z lari ambil pedang dan kita kabur. AM juga ambil pedang di mobil Z,” katanya.

Karena merasa terancam, teman korban mengaku sempat melarikan diri menuju Polsek. Sementara A kemudian menuju kawasan Telaga Bertong untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.

Dalam surat tanda penerimaan laporan, pihak yang dilaporkan tercantum berinisial/nama AM, C dan Z, sementara pelapor tercatat berinisial A.

Kasus tersebut kini telah dilaporkan ke Polres Sumbawa Barat untuk ditindaklanjuti. Dugaan keterlibatan staf Dinas Pariwisata dan perawat RSUD Asy-Syifa dalam perkara tersebut masih sebatas laporan dan tuduhan dari pihak pelapor, sehingga belum dapat dianggap sebagai bukti bahwa para terlapor bersalah.

Pihak kepolisian diharapkan melakukan pemeriksaan terhadap seluruh pihak, termasuk saksi-saksi, serta mengungkap kronologi sebenarnya dari keributan yang berujung pada laporan dugaan penganiayaan tersebut. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *