Persisum Sumbawa Singkirkan PS Mataram Lewat Adu Penalti, Semifinal Piala Soeratin NTB 2026 Hadapi Bomber FC

SUMBAWA, SIAR POST — Persisum Sumbawa membuat kejutan besar di Piala Soeratin NTB 2026. Klub asal Kabupaten Sumbawa itu berhasil menumbangkan salah satu tim unggulan, PS Mataram, melalui drama adu penalti dengan skor 4-3, setelah kedua tim bermain imbang 1-1 selama waktu normal.

Kemenangan tersebut sekaligus mengantarkan Persisum Sumbawa mengunci tiket ke babak semifinal Piala Soeratin NTB 2026.

Pertandingan yang berlangsung di GOR Turida, Rabu (9/9/2026), sejak awal menyajikan duel sengit. PS Mataram yang diperkuat materi pemain mumpuni tampil percaya diri dengan permainan bola-bola pendek dan umpan dari kaki ke kaki.

Persisum tidak memilih bertahan. Tim asal Sumbawa itu mampu memberikan perlawanan melalui permainan bola panjang untuk membuka ruang, termasuk mengandalkan kecepatan striker Ibrahim Fajar alias Baim dalam melakukan serangan balik.

PS Mataram sempat mampu menguasai lini tengah dan membuat Persisum lebih banyak bertahan. Namun, Persisum tetap disiplin menjaga pertahanan sembari menunggu momentum untuk melancarkan serangan cepat.

Gol Persisum akhirnya tercipta pada babak kedua. Namun keunggulan tersebut tidak bertahan lama karena PS Mataram mampu membalas dan mengubah skor menjadi 1-1.

Hingga peluit panjang berbunyi, skor tetap imbang. Pertandingan pun harus ditentukan melalui adu penalti.

Dalam drama titik putih tersebut, Persisum tampil lebih tenang dan akhirnya memastikan kemenangan 4-3 sekaligus mengubur langkah PS Mataram di babak delapan besar.

Pelatih Persisum Sumbawa, Yudi Nurwahyudi atau Coach YD, mengaku kemenangan atas PS Mataram menjadi hasil penting karena lawan yang dihadapi merupakan salah satu klub unggulan.

“Memang target kami melawan PS Mataram adalah menang karena ini babak knockout. Kalau ingin lolos, harus menang. Alhamdulillah kami bisa menang,” kata Coach YD usai pertandingan.

Ia menjelaskan, Persisum menggunakan formasi 4-3-3 pada babak pertama dan tetap mempertahankan skema tersebut di awal babak kedua. Namun, setelah melihat permainan lini tengah PS Mataram semakin rapi, dirinya melakukan perubahan menjadi 4-4-2.

Perubahan tersebut dilakukan untuk memperkuat keseimbangan permainan sekaligus memaksimalkan serangan balik.

Coach YD menyebut Ibrahim Fajar sebagai salah satu pemain yang memang dipersiapkan untuk menjalankan skema serangan balik cepat.

“Striker nomor 10, Ibrahim Fajar, memang spesialis melakukan serangan balik. Dia didukung Farel. Dua pemain ini yang kami andalkan untuk serangan balik,” ujarnya.

Tiga Pemain Persisum Kena Kartu Merah

Perjalanan Persisum menuju semifinal tidak sepenuhnya mulus. Tiga pemain andalan mereka harus menerima kartu merah dalam pertandingan tersebut.

Meski demikian, Coach YD memastikan Persisum masih memiliki pemain pelapis yang siap tampil.

“Kami masih punya pemain pengganti yang rata-rata punya kualitas yang sama. Pemain kami rata-rata masih berusia 16 dan 17 tahun, kelahiran 2009 dan 2010,” katanya.

Persisum juga harus segera mempersiapkan diri menghadapi laga semifinal. Sebab, mereka akan bertemu Bomber FC Sumbawa Barat, klub yang juga dikenal sebagai salah satu tim kuat dan dijagokan di Piala Soeratin NTB 2026.

Pertandingan semifinal dijadwalkan berlangsung Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 14.00 WITA.

Coach YD mengatakan waktu persiapan Persisum sejak awal memang cukup terbatas. Timnya hanya memiliki waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan diri menghadapi turnamen tersebut.

“Persiapan kurang lebih dua bulan. Kami juga sedikit terlambat mendapatkan informasi dari Asprov, sehingga persiapan kami juga agak terlambat,” ungkapnya.

Bambang Satria: Bomber Tim Besar, Kami Siap

Bek tengah Persisum, Bambang Satria, menjadi salah satu pemain yang tampil disiplin menghadapi PS Mataram.

Pemain berusia 17 tahun asal Moyo Utara itu menilai pertandingan melawan PS Mataram tidak jauh berbeda dengan laga-laga sebelumnya, terutama karena solidnya barisan pertahanan Persisum.

Namun, ia mengakui ada satu pemain PS Mataram yang cukup merepotkan pertahanan Persisum, yakni pemain bernomor punggung 7 yang berposisi sebagai winger kiri.

Kini fokus Bambang tertuju kepada Bomber FC.

Ia mengaku sudah cukup mengenal sejumlah pemain Bomber karena sebelumnya pernah memperkuat Cordova Sumbawa Barat sebelum bergabung dengan Persisum pada tahun ini.

“Persiapan kami latihan lagi dengan giat karena Bomber tim besar dan pemainnya banyak yang bagus. Apalagi tiga pemain kami terkena kartu merah,” ujarnya.

Meski menghadapi lawan berat, Bambang menegaskan Persisum tidak gentar.

Targetnya jelas: membawa Persisum melangkah lebih jauh dan membuka peluang mewakili NTB ke tingkat nasional.

Baim Jadi Andalan di Lini Depan Persisum

Nama Ibrahim Fajar alias Baim kembali menjadi sorotan. Striker asal Samapuin, Sumbawa, tersebut merupakan salah satu pemain penting dalam skema permainan Persisum.

Dengan kecepatan, kelincahan, serta kemampuan dribel yang stabil, Baim kerap menjadi ancaman bagi lini pertahanan lawan sekaligus membuka ruang bagi rekan-rekannya.

Baim mengaku sudah bergabung dengan Persisum sejak 2023, ketika masih berusia 13 tahun.

Menghadapi PS Mataram, ia mengakui tantangan terbesar adalah postur pemain belakang lawan yang lebih tinggi. Bahkan, pergerakannya beberapa kali dikawal ketat oleh dua pemain bertahan.

Namun, kondisi tersebut tidak membuatnya gentar.

Kini Baim siap menghadapi Bomber FC pada semifinal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *