Lombok Utara SIARPOST— Desa Sambik Bangkol kembali menunjukkan dominasinya dalam ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) XI Tingkat Kecamatan Gangga Tahun 2026. Untuk ketiga kalinya secara berturut-turut, desa tersebut berhasil mempertahankan predikat Juara Umum.
Prestasi itu memastikan piala bergilir MTQH Kecamatan Gangga kembali dibawa pulang Sambik Bangkol setelah seluruh rangkaian perlombaan selama tiga hari resmi berakhir pada Rabu malam 30/9/2026.
Kepala Desa Sambik Bangkol, Suhaedi, menyebut capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi pihaknya untuk mempertahankan kualitas pembinaan para peserta.
“Alhamdulillah, kami masih tetap mempertahankan juara umum tiga tahun berturut-turut,” ungkap Suhaedi usai menerima piala bergilir yang diserahkan langsung oleh Camat Gangga, Mahzan Zohdi.
Bagi Sambik Bangkol, torehan tersebut bukan sekadar tambahan koleksi piala. Tiga kali berturut-turut menjadi juara umum menunjukkan adanya proses pembinaan yang terus dijaga di tingkat desa.
Namun, capaian tersebut juga membawa pekerjaan berikutnya. Para peserta yang menjadi duta Kecamatan Gangga akan kembali dipersiapkan menghadapi MTQH tingkat Kabupaten Lombok Utara.
Sementara itu, Desa Bentek menempati posisi kedua, disusul Desa Segara Katon di peringkat ketiga dan Desa Gondang di posisi keempat.
Ketua Panitia Pelaksana MTQH XI Kecamatan Gangga, Khaeruddin Nasir, dalam laporannya menyampaikan seluruh rangkaian lomba secara umum berjalan lancar. Meski demikian, terdapat sejumlah kendala teknis yang menjadi bahan evaluasi untuk pelaksanaan berikutnya.
Menurutnya, peningkatan kualitas MTQH tidak cukup hanya mengandalkan pelaksanaan lomba. Pembinaan harus dilakukan secara berkelanjutan dengan dukungan sarana dan sinergi antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta lembaga terkait.
Hal senada disampaikan anggota Dewan Hakim, Sarjono. Ia mendorong agar pembinaan peserta dilakukan sejak jauh hari, terutama dalam pemantapan tajwid, makhraj dan fasahah.
“Pembinaan berkelanjutan di tingkat desa penting dilakukan agar para pemenang tidak hanya unggul di tingkat kecamatan, tetapi juga siap ketika tampil pada tingkatan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Setelah MTQH tingkat Kecamatan Gangga ditutup, pekerjaan berikutnya justru dimulai. Para peserta terbaik akan dipersiapkan kembali untuk membawa nama Kecamatan Gangga pada MTQH tingkat Kabupaten Lombok Utara.
Lalu Firman Ardiansyah dari tim teknis Bagian Kesejahteraan Sosial (Kessos) Kantor Camat Gangga menegaskan, pembinaan harus segera dilanjutkan agar para juara tidak kehilangan momentum.
“Tugas kita belum selesai hanya sampai pelaksanaan MTQ di tingkat kecamatan saja, tetapi masih berlanjut ke tingkat kabupaten. Kita harus persiapkan kembali duta-duta kita melalui pembinaan maksimal sebelum diberangkatkan. Untuk itu, kita akan berkolaborasi kembali dengan pengurus LPTQ Kecamatan Gangga,” tegasnya.
Sementara itu, Camat Gangga Mahzan Zohdi meminta pemerintah desa memperkuat kolaborasi dengan Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) serta para pemangku kepentingan untuk meningkatkan prestasi.
Ia juga mendorong adanya dukungan dari anggota DPRD Lombok Utara, khususnya daerah pemilihan Gangga, dalam mendukung pembinaan LPTQ di masing-masing desa.
“Harus ada komitmen dari para anggota DPRD dalam hal bantuan pembinaan bagi LPTQ di masing-masing desa. Jika hal ini direspons oleh anggota DPRD khususnya di Dapil Gangga, Insya Allah pasti ada perubahan dan peningkatan dalam hal prestasi,” kata Mahzan.
Penutupan MTQH XI Kecamatan Gangga tahun ini sekaligus menjadi momen perpisahan bagi Mahzan Zohdi. Ia menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kecamatan Gangga seiring berakhirnya masa pengabdiannya sebagai ASN sekaligus Camat Gangga pada 1 November 2026 karena memasuki masa purna tugas.
Dengan berakhirnya MTQH XI, perhatian kini beralih pada persiapan para juara untuk menghadapi tingkat kabupaten. Sambik Bangkol sebagai juara umum tiga kali berturut-turut pun memiliki tantangan baru: mempertahankan tradisi prestasi, sekaligus memastikan kualitas para duta Gangga mampu bersaing pada level yang lebih tinggi.(Niss)














