HUPPAZ Mataram Dorong Alumni Pesantren Aktif Berkontribusi Bangun Daerah

MATARAM,SIARPOST — Alumni pondok pesantren didorong tidak berhenti pada status sebagai lulusan lembaga pendidikan, tetapi mampu membawa nilai, ilmu, dan pengalaman pesantren untuk memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Pesan tersebut mengemuka saat DPC Himpunan Alumni Pondok Pesantren Al-Aziziyah (HUPPAZ) Kota Mataram bersilaturahmi dengan Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, Kamis (1/10/2026).

Pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang dialog mengenai bagaimana organisasi alumni pesantren dapat mengambil peran lebih luas dalam kehidupan sosial dan pembangunan Kota Mataram.

Wakil Wali Kota Mataram, TGH. Mujiburrahman, menilai alumni pesantren memiliki modal penting berupa ilmu dan nilai-nilai yang diperoleh selama menempuh pendidikan. Modal tersebut, menurutnya, perlu diterjemahkan menjadi kontribusi nyata sesuai kemampuan dan bidang masing-masing.

“Alumni pondok pesantren jangan hanya menjadi alumni yang selesai belajar, kemudian selesai pula kontribusinya. Nilai-nilai yang didapatkan di pesantren harus dibawa kembali ke masyarakat. Alumni harus bisa mengambil peran, memberikan manfaat, dan ikut membangun daerah sesuai dengan kemampuan dan bidang masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, peran alumni tidak harus selalu berada di ranah keagamaan. Lulusan pesantren dapat berkontribusi melalui pendidikan, sosial kemasyarakatan, kepemudaan maupun sektor pembangunan lainnya.

Karena itu, organisasi alumni seperti HUPPAZ dinilai dapat menjadi ruang untuk menghimpun berbagai potensi tersebut agar tidak berjalan sendiri-sendiri.

Di sisi lain, TGH. Mujiburrahman juga menekankan pentingnya budaya belajar dan sportivitas bagi generasi muda. Ia mengingatkan agar proses belajar tidak berhenti hanya karena seseorang telah menyelesaikan pendidikan formal.

“Teruslah belajar, karena ilmu itu dapat ditemukan di mana-mana. Jangan pernah merasa cukup dengan ilmu yang sudah dimiliki. Terus buka ruang untuk belajar dari siapa pun dan dari pengalaman apa pun. Dan jangan lupa, jaga sportivitas dalam berlomba,” pesannya.

Dalam pertemuan tersebut, DPC HUPPAZ Kota Mataram juga menyampaikan perkembangan sejumlah program organisasi, salah satunya HUPPAZ Mataram Ber-MTQ, yang mengusung tema “Melalui HUPPAZ Mataram Ber-MTQ, Kita Wujudkan Generasi Qur’ani yang Berakhlakul Karimah Menuju Kota Mataram yang HARUM.”

Program tersebut diarahkan tidak sekadar menjadi ajang mencari juara. Lebih jauh, MTQ ditempatkan sebagai ruang pembinaan untuk mendekatkan generasi muda dengan Al-Qur’an sekaligus membangun karakter dan sportivitas.

Sekretaris Jenderal DPP HUPPAZ, Raden Khatami Rosyidi, mengatakan semangat yang dibangun HUPPAZ adalah menjadikan organisasi alumni sebagai wadah yang mampu menghadirkan manfaat di tengah masyarakat.

“HUPPAZ tidak hanya berbicara tentang bagaimana menjaga ikatan alumni. Lebih jauh, kita ingin bagaimana alumni ini bisa hadir dan memberikan manfaat. Alumni punya latar belakang, kapasitas, dan profesi yang berbeda-beda. Semua itu bisa menjadi kekuatan apabila diarahkan untuk memberikan kontribusi bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Menurut Raden Khatami, keberagaman latar belakang alumni justru menjadi potensi yang dapat dikembangkan. Alumni yang bergerak di berbagai bidang dapat mengambil peran sesuai keahlian masing-masing.

Hal itu pula yang ingin dibangun melalui HUPPAZ Mataram Ber-MTQ. Kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kompetisi, tetapi memberikan dampak pada pembinaan generasi muda.

“MTQ ini bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara. Ada nilai pembinaan di dalamnya. Kita ingin generasi muda dekat dengan Al-Qur’an, memiliki akhlakul karimah, mampu berkompetisi secara sehat, dan pada akhirnya bisa menjadi generasi yang memberikan kontribusi bagi lingkungan dan daerahnya,” ujarnya.

Raden Khatami menambahkan, pesan Wakil Wali Kota mengenai pentingnya terus belajar dan menjaga sportivitas menjadi dorongan bagi HUPPAZ untuk terus mengevaluasi sekaligus mengembangkan program organisasi.

“Silaturahmi ini menjadi energi bagi kami untuk terus bergerak. HUPPAZ harus mampu menjaga tradisi pesantren sekaligus menjawab kebutuhan zaman. Kita ingin alumni bukan hanya dikenal karena almamaternya, tetapi juga karena karya dan kontribusinya di tengah masyarakat,” katanya.

Bagi HUPPAZ Mataram, penguatan peran alumni tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga nilai-nilai pesantren agar tetap hidup setelah para santri kembali ke tengah masyarakat. Dengan latar belakang dan profesi yang beragam, alumni diharapkan dapat menjadi bagian dari kekuatan sosial yang ikut mengisi pembangunan Kota Mataram.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *