Enam Dusun Jadi Modal Pemekaran, Wabup Kus Ingatkan Teres Genit Harus Siap Jadi Desa Definitif

LOMBOK UTARA,SIARPOST — Perjuangan Desa Persiapan Teres Genit, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, untuk menjadi desa definitif memasuki tahap penting. Namun, pemekaran wilayah tidak cukup hanya dengan pembentukan pemerintahan baru. Kekompakan masyarakat dan keberhasilan Penjabat Kepala Desa dalam menuntaskan tugas administrasi menjadi penentu masa depan desa tersebut.

Wakil Bupati Lombok Utara, Kusmalahadi Syamsuri, menegaskan bahwa status desa persiapan merupakan amanah sekaligus tanggung jawab besar yang harus dibuktikan melalui kinerja. Karena itu, masyarakat diminta tidak larut dalam euforia, melainkan ikut mengawal proses pemekaran hingga Teres Genit resmi menjadi desa definitif.

Hal itu disampaikan Wabup Kus saat menghadiri syukuran dan penyambutan Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Raden Srigede, S.Sos., di Kecamatan Bayan. Rabu, 21/10/26.

“Selamat atas dilantiknya pejabat Desa Persiapan Teres Genit. Namun, ini bukan untuk membuat masyarakat terlalu bersenang-senang atau bereuforia, karena tugas pejabat ini berat. Masih panjang proses yang dilalui sehingga desa ini bisa definitif,” tegasnya.

Menurut Kusmalahadi, terdapat delapan tugas pokok yang harus dituntaskan Pj Kepala Desa sebagaimana tertuang dalam surat keputusan pengangkatannya. Tugas tersebut mencakup penetapan batas desa, pembentukan struktur perangkat desa, hingga pembukaan akses antardesa.

Seluruh tugas itu menjadi bagian penting dalam mempersiapkan tata kelola pemerintahan desa yang mandiri. Kinerja Pj Kepala Desa selama satu tahun ke depan pun akan menjadi bahan evaluasi terhadap kelanjutan proses pemekaran.

Ia menilai, kekompakan masyarakat Teres Genit yang selama ini terbangun menjadi modal awal yang positif. Namun, semangat tersebut harus dibarengi dukungan nyata terhadap pemerintahan desa agar seluruh persyaratan dapat dipenuhi.

“Alhamdulillah, dari cerita ketua pemekaran dan kepala desa, masyarakat Desa Teres Genit ini kompak. Tentunya ini baru langkah awal. Kalau dalam satu tahun tugas beliau tidak berhasil, tentu menjadi evaluasi tersendiri,” ujarnya.

Wabup Kus juga mengingatkan bahwa kegagalan memenuhi tugas yang ditetapkan dapat berdampak pada keberlanjutan status desa persiapan. Bahkan, wilayah tersebut berpotensi kembali berada di bawah pemerintahan desa induk, yakni Desa Bayan.

Dukungan terhadap pemekaran Teres Genit juga ditunjukkan Kepala Desa Bayan, Satradi, S.P., melalui penyerahan enam dusun yang menjadi bagian dari wilayah Desa Persiapan Teres Genit kepada Pj Kepala Desa.

Keenam dusun tersebut meliputi Montong Baru, Batu Jompang, Teres Genit, Dasan Tutul, Nangka Rempek, dan Bual.

Satradi menegaskan, pemekaran bukan bertujuan memisahkan masyarakat, melainkan mendekatkan pelayanan publik, mempercepat pembangunan, serta mempermudah akses masyarakat terhadap pemerintahan desa.

“Tujuannya bukan memecah belah, tetapi mempermudah dan mempercepat pelayanan, mempercepat pembangunan, kemudian memperdekat akses pelayanan,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam menyukseskan kegiatan penyambutan Pj Kepala Desa. Menurutnya, kesediaan warga bergotong royong dan memberikan sumbangan secara sukarela, baik berupa beras, uang maupun kebutuhan lainnya, menunjukkan tingginya rasa memiliki terhadap desa persiapan tersebut.

Bagi Satradi, semangat kebersamaan itu harus terus dijaga karena menjadi modal sosial dalam mewujudkan Teres Genit sebagai desa definitif. Ia pun menyatakan komitmennya untuk mendukung proses pemekaran, termasuk mendorong kesiapan pembangunan kantor desa ke depan.

Sementara itu, Pj Kepala Desa Persiapan Teres Genit, Raden Srigede, S.Sos., menyampaikan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan Pemerintah Kabupaten Lombok Utara, khususnya Bupati dan Wakil Bupati.

Ia mengaku memiliki pengalaman sebelumnya sebagai Pj Kepala Desa Andalan pada 2015. Pengalaman tersebut menjadi bekal untuk menjalankan amanah di Teres Genit.

Raden Srigede juga mengaku merasa dekat dengan masyarakat setempat, terlebih karena memiliki kecintaan yang sama terhadap seni tradisional. Baginya, kedekatan sosial dan budaya menjadi pintu untuk membangun kolaborasi serta memperkuat gotong royong.

“Saya bisa berkolaborasi bersama teman-teman, terutama sama-sama pencinta seni tradisional. Sehingga hari ini saya tidak merasa menjadi tamu di Teres Genit ini, tetapi salah satu dari anggota keluarga,” ungkapnya.

Berbekal pengalaman tersebut, ia optimistis proses menuju desa definitif dapat berjalan lebih cepat. Ia menilai, Teres Genit memiliki peluang untuk menghindari sejumlah kendala yang pernah dihadapi desa persiapan pada masa sebelumnya, terlebih wilayah tersebut telah menerima nomor register.

Meski demikian, ia menekankan bahwa dukungan masyarakat tetap menjadi faktor penting agar seluruh tahapan pemekaran dapat diselesaikan dengan baik.

Di sisi lain, Wabup Kusmalahadi turut menyinggung rencana pemekaran Kecamatan Bayan menjadi Kecamatan Bayan dan Bayan Barat. Rencana tersebut masih berkaitan dengan pemenuhan persyaratan jumlah minimal 10 desa untuk setiap kecamatan. Salah satu opsi yang disiapkan adalah mengambil tiga desa dari Kecamatan Kayangan untuk masuk ke wilayah kecamatan baru di bagian barat.

Kusmalahadi berharap, semangat masyarakat Teres Genit tetap terjaga seperti sejak perjuangan pemekaran dimulai pada 2021. Ia meminta seluruh elemen masyarakat memberikan dukungan kepada Pj Kepala Desa agar cita-cita menjadikan Teres Genit sebagai desa definitif tidak berhenti pada pembentukan status persiapan.

“Ini doa dan ikhtiar kita bersama supaya tidak sia-sia usaha tim pemekaran desa selama lima tahun dari 2021 sampai 2025. Masyarakat Desa Persiapan Teres Genit bisa betul-betul mendukung pejabat kepala desanya,” pungkasnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *