Kacab PDAM Kayangan Bantah Air Jadi Kendala Operasional Sekolah Rakyat

LOMBOK UTARA ,SIARPOST— Kepala Cabang PDAM Kayangan, Juwita, membantah informasi yang menyebut persoalan pasokan air menjadi kendala operasional Sekolah Rakyat di Dusun Amor-Amor, Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Juwita menegaskan, gangguan pasokan air yang sempat terjadi sekitar tiga minggu lalu hanya disebabkan kebocoran pipa berdiameter enam inci di wilayah Gading dan Kayangan. Gangguan tersebut berdampak pada tekanan air yang melemah, tetapi tidak sampai menyebabkan aliran air terhenti total selama sepekan.

“Tidak sampai satu minggu dan itu tidak mati total. Ada airnya, cuma kecil,” jelas Juwita saat diwawancarai.,Rabu 21/10/2026

Ia menerangkan, distribusi air menuju Sekolah Rakyat dilayani melalui dua jalur, yakni jaringan sektor Anjah dan dukungan pasokan dari instalasi pengolahan air. Kedua jalur tersebut dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di sejumlah wilayah, termasuk kawasan Sekolah Rakyat di Amor-Amor.

Menurutnya, kebocoran pada sambungan pipa dan jaringan enam inci membuat tekanan air menurun. Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri karena Sekolah Rakyat membutuhkan pasokan air dalam jumlah besar untuk menunjang aktivitas di lingkungan pendidikan tersebut.

Setelah kebocoran diperbaiki, petugas harus melakukan normalisasi jaringan dengan membuang udara yang masuk ke dalam pipa. Proses ini membutuhkan waktu tambahan sebelum distribusi air kembali normal, terlebih aliran menuju wilayah paling ujung harus dilakukan secara bertahap.

“Setelah selesai perbaikan, kami harus normalisasi. Air dialirkan bertahap, mulai dari Air Bari, kemudian ke wilayah Amor-Amor yang paling ujung,” ungkapnya.

Juwita mengakui, selama gangguan berlangsung, pihaknya terus berkoordinasi dengan pengelola Sekolah Rakyat untuk memantau kondisi pasokan air. Bahkan, petugas tetap melakukan pengaturan distribusi hingga malam hari agar kebutuhan air di sekolah tersebut tetap terlayani.

Ia menyebut Sekolah Rakyat menjadi salah satu prioritas pelayanan PDAM Kayangan karena merupakan program pemerintah yang membutuhkan dukungan ketersediaan air secara memadai.

“Kami sadar Sekolah Rakyat ini prioritas kami di Kayangan karena kebutuhannya besar dan ini juga program pemerintah. Kami terus mengatur supaya sekolah tetap mendapatkan air, tetapi pelanggan lain juga harus tetap terlayani,” katanya.

Juwita juga menepis anggapan bahwa persoalan air menjadi penyebab penundaan operasional Sekolah Rakyat. Menurutnya, sejak jaringan air dipasang, petugas rutin melakukan pengecekan langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi keran dan distribusi tetap berjalan.

Ia mengatakan, hingga saat wawancara berlangsung, tidak ada lagi kendala distribusi air yang dilaporkan di lokasi tersebut.

“Sekarang normal, tidak ada kendala apa pun. Kami juga setiap hari mengecek ke sana untuk memastikan kondisi air,” tegasnya.

Meski demikian, Juwita menegaskan PDAM tetap berupaya menjaga kualitas pelayanan, terutama dalam memenuhi kebutuhan fasilitas publik yang memerlukan pasokan air dalam jumlah besar. Evaluasi dan pemantauan jaringan terus dilakukan agar gangguan serupa dapat ditangani secepat mungkin apabila kembali terjadi.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *