Muslimat NU KLU Perkuat Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

LOMBOK UTARA,SIARPOST— Kepedulian terhadap persoalan stunting di Kabupaten Lombok Utara (KLU) tidak hanya datang dari program pemerintah. Pimpinan Cabang (PC) Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) KLU turut mengambil bagian melalui pembagian telur bagi masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi, dengan anggaran yang dihimpun dari iuran anggota sendiri.

Ketua PC Muslimat NU KLU, Hj. Sri Budi Utami, mengatakan langkah tersebut menjadi salah satu bentuk pengabdian organisasi kepada masyarakat. Menurutnya, kepedulian tidak harus menunggu program besar atau anggaran yang besar, tetapi dapat dimulai dari kebersamaan dan keikhlasan anggota.

Hal itu disampaikan dalam kegiatan Roadshow Pimpinan Wilayah Muslimat NU Provinsi NTB dan Penguatan Kapasitas PC-PAC Muslimat NU Kabupaten Lombok Utara, di Aula Kantor Bupati KLU, Jumat (30/10/2026).

Dalam sambutannya Ketua PC Muslimat NU KLU, Sri Budi Utami menjelaskan bahwa pembagian telur untuk mendukung pencegahan stunting di wilayah Kecamatan Bayan merupakan hasil urunan anggota Muslimat NU. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian terhadap pemenuhan gizi keluarga dan tumbuh kembang anak.

“Anggaran untuk pembagian telur tersebut murni berasal dari urunan anggota Muslimat NU sendiri, dari niat dan keikhlasan bersedekah untuk membantu sesama,” ujarnya.

Ia menegaskan, upaya pencegahan stunting membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari keluarga, kader kesehatan, pemerintah desa, pemerintah daerah hingga organisasi kemasyarakatan. Karena itu, Muslimat NU berupaya mengambil bagian sesuai kapasitas yang dimiliki.

Selain persoalan gizi anak, Muslimat NU KLU juga terlibat dalam sosialisasi pencegahan perkawinan anak. Organisasi perempuan tersebut memandang persoalan ini berkaitan erat dengan masa depan pendidikan, kesehatan ibu dan anak, serta perlindungan perempuan.

Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Muslimat NU NTB, Hj. Dewiyani Wahyuti, MM, menyampaikan bahwa kontribusi Muslimat NU di Lombok Utara telah terlihat dalam berbagai bidang.

Ia mencontohkan keterlibatan Muslimat NU dalam pembangunan masjid pascagempa, intervensi penanganan stunting, hingga pendataan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berbagai kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peran organisasi tidak terbatas pada kegiatan keagamaan, tetapi juga menyentuh persoalan sosial dan pembangunan sumber daya manusia.

Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dikbudpora KLU, M. Najib, yang mewakili Bupati Lombok Utara. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muslimat NU yang dinilai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendukung kegiatan organisasi kemasyarakatan seperti Muslimat NU karena memiliki peran penting dalam membantu pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Melalui roadshow dan penguatan kapasitas organisasi tersebut, Muslimat NU berharap koordinasi antara pengurus wilayah, cabang, dan anak cabang semakin kuat. Penguatan organisasi juga diharapkan mampu mendorong lahirnya program yang lebih terarah dan berkelanjutan.

Sri Budi Utami turut mengajak seluruh badan otonom NU di Lombok Utara memperkuat kolaborasi, mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, kesehatan masyarakat hingga pengembangan ekonomi umat.

Menurutnya, kebersamaan antarlembaga menjadi modal penting agar program pengabdian tidak berhenti pada pertemuan organisasi, tetapi benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Lombok Utara.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *