Petani Menjerit, Pemerintah Didesak Intervensi Kebijakan Harga Gabah

Sumbawa Barat, SIARPOST – Sejumlah petani di Kabupaten Sumbawa Barat mengeluh karena anjloknya harga gabah, bahkan sejak April 2021 lalu harganya sangat rendah sekali.

Pengurus Dewan Perwakilan Wilayah (DPW) Media Independen Online (MIO) Indonesia Provinsi NTB, Mashendro sangat prihatin dengan anjloknya harga gabah di tingkat petani ini. Mashendro meminta agar pemerintah segera mengintervensi agar harga gabah menjadi normal kembali.

“Kalau ingin petani kita sejahtera, dan harga stabil pemerintah harus beli gabah sesuai HPP,” katanya diwawancarai di Taliwang, Kamis (15/7).

Jika ingin mengantisipasi kerugian petani karena anjloknya harga gabah, mungkin pemerintah daerah bisa berinovasi seperti yang dilakukan oleh Pemprov NTB yaitu membayar sebagian TPP PNS dengan memberikan beras dari petani lokal.

Ia juga mengungkapkan dari banyak keluhan yang Ia dengar, mayoritas petani mengeluhkan nilai jual gabah murah, dan harga pupuk mahal.

Menurut Mashendro, insiden anjloknya harga gabah ini miris sekali karena merugikan para petani, terlebih-lebih pada masa Pandemi Covid-19.

Terpisah, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Barat, Suhadi, MP MSi saat diwawancarai di Taliwang, Kamis, mengatakan bahwa pemerintah melalui Dinas Pertanian terus berupaya untuk menstabilkan harga gabah petani saat panen raya.

“Terkait pemasaran, bukan kewenangan Dinas Pertanian, namun kami tidak tinggal diam. Upaya menstabilkan harga gabah ini terus kami lakukan dengan cara mendesak Bulog agar segera menyerap gabah petani sesuai HPP,” kata Suhadi.

Ia menambahkan, terkait anjloknya harga gabah ini, pihaknya telah berkoordinasi dengan Dirjen Ketahanan Pangan melalui video conference beberapa waktu lalu.

Sejak awal musim panen, Dinas Pertanian telah berkoordinasi dan komunikasi dengan pihak kementerian melalui Dirjen Ketahanan Pangan dan Perum Bulog wilayah Sumbawa, untuk memastikan agar dapat menyerap gabah petani sesuai dengan HPP ketika musim panen raya.

Terkait anjloknya harga gabah, kata dia, pihaknya sudah berkomunikasi langsung dengan Dirjen Ketahanan Pangan melalui video conference.

“Kami saat itu telah menyampaikan terkait keluhan petani langsung ke Dirjen Ketahanan Pangan, melalui video conference beberapa waktu yang lalu. Bahkan, kami sudah menyurati yang di tanda tangani oleh Bupati Sumbawa Barat,” terangnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu