Cabuli Anak di Bawah Umur di Rumah Kosong, Petani di Sumbawa Barat Dibekuk Polisi

Sumbawa Barat – Seorang petani berinisial MN (26), warga Dusun Mekar Sari, Desa Manemeng, Kecamatan Brang Ene, tega mencabuli anak di bawah umur yaitu Bunga (nama disamarkan) yang masih berusia 8 tahun.

Aksi bejat pelaku pertama kali terjadi saat korban, sedang bermain bersama temannya di sebuah rumah kosong yang berjarak 10 meter dari rumah pelaku, Senin (30/8) sekitar pukul 11.00 WITA.

Baca juga : Masa Pandemi, Wagub Beri Semangat Kepada Pengusaha Wanita

Pelaku akhirnya ditangkap polisi setelah keluarga korban mengetahui kejadian tersebut dan melaporkannya kepada polisi.

“Saat kejadian, korban sedang bermain dengan temannya, kemudian pelaku menyuruh teman korban pulang. Nah, saat itulah di sebuah rumah kosong pelaku melakukan aksinya,” ungkap, Kapolres AKBP Heru Muslimin, SIK MIP didampingi Kasat Reskrim AKP Hilmi Prayoga, dan Kanit Pidum dalam press release yang digelar di Mapolres, Rabu (1/9).

Kapolres mengungkapkan, bahwa kejadian ini terjadi berulang-ulang dan berlangsung lama. Polisi juga fokus dalam penanganan psikis korban.

Baca juga : Dukung Hanpang di Perbatasan, Satgas Pamtas Sektor Timur Panen Bawang

“Tersangka mengaku mencabuli korban dengan cara membekap mulut korban sehingga korban tidak bisa melawan,” ungkap Kapolres.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa, satu buah baju gamis dan satu potong celana dalam warna hitam.

Tersangka diamankan beberapa jam setelah dilaporkan. Tersangka mengakui semua perbuatannya di hadapan penyidik.

Tersangka ditahan di Mapolres Sumbawa Barat untuk menjalani pemeriksaan oleh penyidik Unit Perlindungan Anak dan Perempuan.

“Tersangka dijerat Undang-undang perlindungan anak dengan ancamannya 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *