Pedagang Pasar Eks Puskesmas Empang Akan Dibubarkan dan Direlokasi di Pusat Kuliner

 

Sumbawa, SIARPOST.com | Pedagang pasar di eks Puskesmas Kecamatan Empang akan dibubarkan oleh Pemerintah Daerah Sumbawa dalam waktu dekat. Para pedagang tersebut akan direlokasi atau dipindahkan ke pusat kuliner bekas pasar Empang yang sebelumnya.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sumbawa, Dr. Dedi heriwibowo, saat dimintai keterangan di Sumbawa, Minggu (7/5/2023), mengatakan, solusi dari permasalahan pasar di Empang adalah merelokasi para pedagang ke bekas pasar lama, namun akan dijadikan pusat kuliner.

“Sudah berkali-kali pertemuan dan sudah disepakati oleh pedagang, Pemdes, Kecamatan bahwa pedagang di pasar eks Puskesmas yang saat ini ditempati oleh warga akan dipindah ke pusat kuliner. Ini adalah win-win solution nya,” ujarnya, Minggu.

Baca juga : Wisatawan Keluhkan Jalan Menuju Wisata Taman Langit Desa Bengkaung Lobar Rusak

Para pedagang tersebut akan bertransformasi dan segera dipindahkan secepatnya pada bulan-bulan ini, sementara menunggu lokasi pusat kuliner tersebut dalam proses persiapan.

“InsyaAllah kita akan gotong royong membangun pusat kuliner tersebut. Kalau kuliner berarti ada juga makanan siap saji yang sudah diolah,” jelasnya.

Pasar baru yaitu pasar bunga eja yang dibangun oleh pemerintah sekitar 10 tahun lalu, tambah Dedy, tetap akan beroperasi namun ramai dan sepinya pasar adalah fluktuatif, sangat tergantung pada kondisi ekonomi masyarakat.

“Nanti di pusat kuliner ini pedagang akan menyesuaikan dagangannya. Kita bantu sama-sama agar tidak ada masalah lagi,” ujarnya.

Baca juga : Jalan Rusak di Plampang dan Empang Sumbawa, Wabup Akan Panggil PUPR

Sebelumnya, banyak pedagang di pasar bunga Eja mengeluh bahwa sepi pembeli karena adanya pasar bayangan di eks Puskesmas yang dibangun warga.

Para pedagang di pasar bayangan tidak mau direlokasi ke pasar bunga eja karena alasan jarak yang jauh dari pemukiman warga sehingga mereka mendirikan pasar di lokasi eks puskesmas.

Kehadiran pasar bayangan tersebut pernah menjadi masalah hingga sejumlah pedagang di Pasar Empang melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Sumbawa, pada Juni 2022 yang lalu.

Pendemo yang sebagian besar ibu ibu itu datang dari Empang menggunakan dua buah bus.

Didampingi sejumlah pegiat LSM, mereka menuntut pemerintah daerah menutup kegiatan perdagangan di pasar bayangan di Desa Empang Atas Kecamatan Empang.

Kehadiran pasar bayangan tersebut merugikan pedagang yang berdagang di pasar baru.
Informasi yang diterima, pedagang dipasar bayangan memanfaatkan lahan eks puskemas untuk produk UMKM. Tapi nyatanya menurut pedagang di pasar baru, yang diperdagangkan termasuk sembako, bahkan ikan dan sayur mayur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *