Kadis Kominfo NTB Jelaskan Persoalan Keluhan Media di Event MXGP Samota Sumbawa

 

Mataram, SIARPOST.com | Protes yang dilakukan oleh beberapa jurnalis yang meliput event internasional MXGP Samota Sumbawa Jumat-Minggu (23-25) yang viral di media online membuat Kepala Dinas Kominfotik Provinsi NTB, Najamuddin Amy angkat bicara.

Najamuddin Amy yang juga menghadiri event MXGP tersebut bersama Gubernur NTB menjelaskan, tentu keluhan sejumlah jurnalis tidak bisa semuanya dibebankan kepada panitia. Pelayanan yang diberikan kepada para jurnalis tersebut saat bertugas di lokasi sudah cukup dipenuhi di Media center.

Baca juga : Event MXGP Kelas Dunia, MIO NTB Minta Carsten Sebagai EO Lebih Perhatikan Wartawan

“Dalam beberapa kali pertemuan, termasuk melalui grup WhatsApp media, pihak Carsten melalui mbak Yulia sudah menjelaskan dari awal bahwa panitia menyiapkan fasilitas IDpass All Acces selama MXGP, konsumsi 1 kali makan siang dan dua kali Snack coffee break,” jelas Najamuddin Amy.

Selain itu, pihak Polda NTB juga sudah membantu untuk transportasi gratis bagi teman-teman media dari Mataram ke lokasi (PP). Sedangkan panitia juga sudah berkomunikasi dengan pihak SMA 2 Sumbawa Besar untuk fasilitas akomodasi.

Baca juga : Sukseskan MXGP Samota, Anggota Kodim 1607/Sumbawa Gelar apel Pengecekan

“Panitia sudah berkomunikasi dengan SMA 2 Sumbawa terkait akomodasi, ruangannya memadai dan ber AC dengan kamar mandi yang memadai pula,” katanya.

Sedangkan terkait sarapan dan makan malam, panitia tidak menyiapkan, termasuk uang saku juga tidak disiapkan.

“Informasi tentang ini kan sudah disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya kepada wartawan, disampikan berulang-ulang,” katanya.

Sebelumnya, sejumlah wartawan/jurnalis yang meliput event MXGP mengeluh, karena lokasi penginapan yang tidak layak. Sejumlah wartawan hanya tidur di lantai beralaskan karpet saja di ruangan sekolah SMAN 2 Sumbawa Besar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Oi, gak boleh Copas, minta izin dulu