Gugah Kesadaran Masyarakat, KKN UNW Mataram Gelar Pelatihan Pengolahan Sampah Bernilai Ekonomi

Foto : pelatihan KKN UNW Mataram di Tanjung Karang, Senin (17/10/2023).

/KKN UNW Mataram Ajak Warga Pilah Sampah Dari Rumah

Mataram, SIARPOST.COM | Mahasiswa Kuliah Kerja nyata Universitas Nahdlatul Wathan (UNW) Mataram melakukan Pelatihan Pengolahan Sampah Organik dan Anorganik Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Mataram, Senin (16/10/2023) pukul 17:00 WITA.

Kegiatan ini dilakukan dengan tujuan untuk optimalisasi Hasil Pertanian, Penguatan Pangan, dan Ekonomi Kreatif di wilayah tersebut.

Hadir dalam pelatihan tersebut yaitu dosen pembimbing lapangan Anita, Kepala Lurah H Gunawan, Sekertaris Lurah Mas’ud, Kasi Pemberdayaan ekonomi kelurahan, Pegiat Organik sekaligus Pemateri pelatihan Dika.

Baca juga : Rangkaian Akhir Seminar Nasional “BONDING” PDGI Cabang Samarinda Gelar Jumat Berbagi

Dika memberikan materi terkait dengan pengolahan sampah organik yang bisa di olah dan dijadikan ekonomi untuk masyarakat.

Di depan masyarakat, dan para pemuda dan peserta sosialisasi lainnya, Dika dengan rinci menyampaikan materi-materi yang terkait

“Pengolahan sampah Organik dan An-organik ini adalah program kerja (proker) prioritas kami di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang. Proker ini kami angkat setelah kami survey, observasi, dan wawancara kepada masyarakat, remaja, Kaling, serta lurah setempat,” jelas Yudhi selaku Ketua KKN.

Yudhi mengatakan, pihaknya mengangkat soal sampah ini karena permasalah terbesar daerah dan negara pada umumnya.

Baca juga : SDN 2 Batulayar Barat Gelar Maulid Nabi SAW, Tanamkan Nilai Agama dan Budaya Sejak Dini

Program ini dilakukan untuk mendukung program unggulan dari pemerintah kota Mataram yaitu pilsadar (pilah sampah dari rumah), dan program unggulan Pemprov NTB yaitu Zero Waste.

Menurut Yudhi, di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung karang ini permasalahan terbesar yang dilihat disini yaitu soal lingkungan dan sampah, padahal potensial di lingkungan ini adalah Wisata Pantai dan Kuliner.

Namun pengelolaan dan pemeliharaan lingkungan belum Optimal di tempat ini, dilihat dari masih ditemukannya sampah di area pesisir pantai dan di Laut.

Sebelum mahasiswa melakukan pelatihan, selama beberapa Minggu sebelumnya mereka melakukan sosialisasi serta edukasi masyarakat secara door to door sekaligus memberikan kantong sampah untuk memilah sampah dari rumah.

“Selama beberapa Minggu sebelumnya, kami intens mengecek kantong sampah tersebut sekaligus intens memberikan edukasi kepada masyarakat agar kesadaran masyarakat betapa pentingnya menjaga lingkungan agar tidak tercemar dari sampah,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *