Dibalik Megahnya Gedung Bank NTB Syariah, Pemprov NTB Serahkan Aset Senilai Rp84 Miliar

 

Mataram, SIARPOST.COM | Gedung Bank NTB Syariah yang berlokasi di Jalan Udayana Kota Mataram terlihat begitu megah dan mewah. Publik pun bertanya kenapa bisa bangunan milik Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut dibangun di atas lahan aset Pemerintah Provinsi NTB.

Pertanyaan pun muncul apakah pemprov menyerahkan atau menjual aset nya kepada pihak Bank NTB syariah ?

Kabag Badan Usaha Milik Daerah dan Badan Layanan Umum Daerah, Biro Ekonomi Sekretariat Daerah Provinsi NTB, Ahaddi Bohari saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (19/10/2023) menjelaskan, bahwa aset yaitu lahan Pemprov yang digunakan untuk membangun gedung megah tersebut sudah menjadi aset tetap perusahaan bank NTB Syariah.

Aset lahan senilai Rp84 Miliar tersebut digunakan untuk penyertaan modal kepada Bank NTB syariah, artinya penambahan modal kepada Bank NTB Syariah karena pemprov NTB adalah salah satu pemilik saham perusahaan tersebut.

Baca juga : Warga Mengeluh Bau Menyengat Saat Tambak di Lombok Utara Panen, LHK NTB : Laporkan Secara Resmi

Dengan penambahan modal Rp84 miliar kepada Bank NTB Syariah maka saham yang dimiliki oleh pemprov NTB saat ini telah mencapai Rp400 miliar.

“Regulasi nya jelas di PP 54 tahun 2017 dan Permendagri nomor 19 tahun 2016 tentang penyertaan modal dan kaitannya dengan penyertaan modal kepada Bank NTB syariah sesuai Perda 1 Tahun 2022,” ujar Ahaddi.

Ia juga menegaskan, penyertaan modal tersebut tidak serta merta dilakukan begitu saja sesuai keinginan pemprov NTB, tetapi prosesnya sesuai dengan ketentuan dan aturan serta disetujui oleh DPRD.

“Penyertaan modal atas lahan aset Pemprov NTB ini prosesnya tidak singkat, lahan itu kita usulkan dijadikan penyertaan modal ke Dewan, setelah setuju baru kita proses,” jelasnya.

Setelah diproses, tambahnya, barulah harga aset tersebut ditentukan oleh Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kanwil Bali. Kemudian harga aset yang telah ditentukan akan diajukan kembali ke Dewan untuk disetujui dan dijadikan sebagai penyertaan modal.

Baca juga : Tujuh Terdakwa Kasus Penggeregah Lahan Pantai Duduk Batulayar Disurati Kejari Mataram Untuk Dieksekusi

Ia menjelaskan bahwa persoalan utama saat ini adalah, pemenuhan modal inti Bank NTB syariah pada tahun 2024 senilai Rp3 Triliun sementara saat ini modal yang ada dari pemprov NTB dan seluruh Kabupaten di NTB baru mencapai Rp1,7 Triliun.

“Masih sangat jauh jumlah Rp1,7 triliun ini sementara Bank NTB Syariah pada tahun depan memerlukan saham senilai Rp3 Triliun,” ujarnya.

“Mau tidak mau kita harus menambah saham untuk memenuhi kebutuhan modal inti Bank NTB Syariah pada tahun 2024 mendatang, kalau tidak ditambah maka perusahaan ini akan turun kelas,” katanya lagi.

Jadi, ia meluruskan bahwa aset lahan milik Pemprov NTB tersebut sama sekali tidak dijual, melainkan menjadi penyertaan modal untuk menambah saham atau modal inti perusahaan.

“Ini harus diluruskan, aset itu tidak dijual, nilai dari aset itu menjadi saham yang terus diputar dan aset itu menjadi aset tetap Bank NTB selama perusahaan itu eksis, nanti jika Bank itu pailit maka aset tersebut kembali ke Pemprov,” jelasnya.

Baca juga : Tari Kembang Sembah Iringi Keberangkatan Para Pembalap MotoGP Mandalika Menuju Australia

Ahaddi juga menjelaskan, untuk menambah kekurangan modal inti dari Bank NTB Syariah, pihak perusahaan berencana bermitra dengan beberapa Bank yang memiliki modal besar seperti Bank Jatim, Bank Jabar dan Bank DKI.

Bank-bank yang mempunyai kekuatan modal tersebut akan menjadi calon mitra yang akan mensuport kekurangan modal inti Bank NTB Syariah, namun prosentase deviden nya nanti akan diatur dalam MoU pemegang saham mayoritas dari NTB Syariah dan pemilik saham Bank-bank mitra tersebut.

“Semua usaha kita lakukan agar modal inti Rp3 Triliun yang dibutuhkan oleh Bank NTB Syariah bisa terpenuhi. Pemprov sudah menyertakan modal senilai Rp84 miliar dan modal saat ini baru di angka Rp1,7 triliun, masih sangat jauh,” tutupnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *