Taliwang, Sumbawa Barat (SIAR POST) – Sebuah konser musik bertajuk Soft Launch Pamuji yang digelar di Alun-Alun Kota Taliwang pada Jumat malam (29/8/2025), mendadak menuai sorotan publik.
Pasalnya, konser yang turut disponsori oleh anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Barat, Merliza, dinilai sangat kontras dengan kondisi sosial masyarakat yang sedang menghadapi berbagai kesulitan.
Aktivis kesehatan Yuni Bourhany menilai, kegiatan hiburan semacam itu kurang tepat dilakukan di saat banyak warga Sumbawa Barat masih berjuang keras menghadapi persoalan hidup, mulai dari keterbatasan ekonomi hingga masalah kesehatan serius.
BACA JUGA : Misteri Penyebab Kematian Anggota Polri di Lembar, Kronologi Lengkap Penemuannya
Salah satu contoh nyata adalah Karina (2), balita asal Desa Tongo, Kecamatan Sekongkang, yang tengah berjuang melawan kanker mata stadium IV. Karina kini dirawat di RSUP Dr. IGNG Ngoerah, Bali.
Meski biaya pengobatan ditanggung BPJS, keluarga tetap kewalahan menanggung biaya hidup sehari-hari, termasuk sewa kos Rp2,5 juta per bulan, makan, serta transportasi.
“Seharusnya anggota DPRD maupun pemerintah daerah lebih peduli dengan kondisi sosial masyarakat, bukan malah sibuk menggelar konser. Masih banyak rakyat yang butuh perhatian serius, apalagi terkait kesehatan dan kebutuhan hidup sehari-hari,” tegas Yuni.
Ia menambahkan, pemerintah dan legislatif seolah menutup mata dengan kondisi rakyat yang masih kesulitan makan, menganggur, bahkan tidak mampu berobat.
“Kegiatan konser bukanlah kebutuhan mendesak masyarakat. Yang lebih penting adalah memastikan rakyat bisa hidup layak dan sehat,” katanya.
Tanggapan Merliza
Di sisi lain, Merliza membela langkahnya dengan menegaskan bahwa APBD Sumbawa Barat tidak mungkin disetujui tanpa mengalokasikan anggaran untuk pendidikan dan kesehatan.
Menurutnya, pemerintah daerah sudah memiliki program berlapis melalui Kartu KSB Maju, termasuk jaminan kesehatan, bantuan untuk pasien yang dirujuk, serta program penanggulangan kemiskinan ekstrem.
“Kalau ada warga yang sakit dan butuh penanganan, cukup hubungi TRC. Ambulans akan menjemput gratis. Bila pun harus dirujuk ke provinsi atau luar NTB, Pemda tetap bisa membantu sesuai mekanisme,” ujar Merliza saat dikonfirmasi.
Terkait konser musik yang menuai kritik, Merliza menyebut tujuan utama kegiatan itu adalah memberikan hiburan bagi masyarakat agar pikiran lebih segar, sekaligus menghidupkan UMKM lokal.
“Event ini justru memberi dampak positif, terutama bagi UMKM. Hiburan juga penting, agar masyarakat lebih bersemangat bekerja,” jelasnya.
Meski demikian, sebagian warga tetap mempertanyakan prioritas DPRD di tengah banyaknya masalah sosial.
Konser musik dianggap bukan kebutuhan mendesak, terlebih ketika masih ada anak kecil seperti Karina yang sedang berjuang melawan kanker dengan segala keterbatasan keluarga.
Kini, publik menunggu sejauh mana pemerintah daerah dan DPRD benar-benar hadir membantu rakyatnya, bukan sekadar menghibur dengan panggung konser.
Redaksi___