LOMBOK TENGAH, SIAR POST — Ketua Umum DPP Sasaka Nusantara NTB, H. Lalu Ibnu Hajar, mendorong percepatan pemekaran Kabupaten Lombok Tengah dengan menjadikan Praya sebagai Kota Madya.
Gagasan ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mempercepat laju pembangunan daerah.
Menurut Ibnu Hajar, Praya yang saat ini berstatus ibu kota Kabupaten Lombok Tengah memiliki modal kuat untuk berdiri sebagai daerah otonom baru.
Dengan jumlah penduduk sekitar 131.929 jiwa pada 2023, Praya dinilai telah memenuhi syarat demografis dan ekonomi sebagai kota madya.
“Praya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perdagangan, dan pariwisata. Jika dikelola dengan kewenangan otonomi yang lebih luas, kota ini bisa tumbuh lebih cepat dan terarah,” ujarnya.
Ia menegaskan, pemekaran bukan semata soal pemisahan wilayah, melainkan bagian dari upaya pemerataan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik.
Dengan status kota madya, Praya diharapkan mampu menjadi pusat pertumbuhan ekonomi dan sosial yang lebih maju di Pulau Lombok bagian tengah.
Sasaka Nusantara sebagai organisasi kemasyarakatan yang fokus pada kolaborasi pembangunan ekonomi, sosial, dan infrastruktur di NTB, menilai bahwa selama ini pengembangan potensi Lombok Tengah belum maksimal. Terutama di sektor pariwisata.
“Kami melihat Bupati Lombok Tengah saat ini terkesan setengah hati dalam pengembangan pariwisata. Padahal sektor ini bisa menjadi lokomotif kesejahteraan masyarakat,” kata Ibnu Hajar.
Ia menekankan bahwa jika Lombok Tengah ingin maju dan sejahtera, maka prioritas pembangunan harus diarahkan ke pengembangan pariwisata Lombok bagian selatan.
Kawasan tersebut dinilai memiliki potensi wisata alam dan budaya yang luar biasa, sekaligus merupakan warisan budaya masyarakat Sasak yang harus dilestarikan.
“Pariwisata harus dibangun secara selaras, tidak merusak budaya lokal, justru menguatkan identitas Sasak. Jika itu dilakukan dengan serius, maka kemajuan daerah dan kemandirian ekonomi masyarakat akan terwujud,” tegasnya.
Dorongan pemekaran Praya menjadi Kota Madya ini diharapkan menjadi bahan diskusi serius bagi pemerintah daerah, DPRD, serta pemerintah pusat, demi masa depan pembangunan Lombok Tengah yang lebih berkeadilan dan berkelanjutan.
REDAKSI | SIAR POST














