Tertib di Jalan, Pengendara Lombok Utara Dapat Reward Langsung dari Satlantas

Lombok Utara,SIARPOST— Pendekatan humanis diterapkan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lombok Utara dalam Operasi Keselamatan Rinjani 2026. Bukan hanya melakukan penindakan, petugas juga memberi apresiasi langsung kepada pengendara yang terbukti tertib berlalu lintas di jalan raya.

Memasuki hari kelima operasi, sejumlah pengendara yang kedapatan menggunakan helm standar, membawa kelengkapan surat kendaraan, serta memenuhi spesifikasi teknis kendaraan, mendapat reward di lokasi pemeriksaan. Program ini menjadi strategi baru untuk mendorong kepatuhan berbasis kesadaran, bukan semata karena takut sanksi.

Kasat Lantas Polres Lombok Utara, IPTU Dina Rizkiana, menegaskan bahwa pola operasi kali ini tidak hanya berorientasi pada penilangan, tetapi juga membangun budaya tertib berlalu lintas melalui motivasi positif.

“Tujuan utama kami meningkatkan kesadaran masyarakat agar patuh karena kebutuhan keselamatan, bukan karena kehadiran polisi. Reward ini bentuk apresiasi bagi pengendara yang sudah disiplin,” ujarnya, Jumat (06/02/2026).

Program reward digelar rutin dalam skema “Jumat Berkah” selama Operasi Keselamatan berlangsung. Kegiatan ini merupakan kolaborasi Polres Lombok Utara bersama Astra Motor NTB, Dinas Perhubungan, dan unsur TNI. Operasi juga menjadi bagian dari persiapan menjelang Ramadan dan Operasi Ketupat, guna memperkuat kondisi Kamseltibcar Lantas di wilayah tersebut.

Meski mengedepankan pendekatan persuasif, Satlantas tetap bersikap tegas terhadap pelanggaran berisiko tinggi. Salah satu yang menjadi perhatian utama adalah penggunaan kendaraan bak terbuka untuk mengangkut penumpang.

“Kendaraan bak terbuka tidak dirancang untuk mengangkut orang dan tidak memiliki sistem keselamatan. Pelanggaran ini kami tindak dengan tilang sesuai Pasal 303,” tegas IPTU Dina.

Ia menambahkan, meski tilang elektronik (ETLE) belum diterapkan di Lombok Utara, penindakan manual tetap berjalan untuk pelanggaran prioritas. Sementara pelanggaran ringan seperti tidak memakai helm masih didominasi pendekatan edukatif melalui teguran tertulis.

Dari pihak mitra, Riding Instructor Astra Motor NTB, Satria Wimanjaya, menyebut pemberian reward sebagai bentuk penghargaan nyata kepada masyarakat yang sudah berkontribusi menjaga keselamatan di jalan.

“Ini apresiasi tertinggi bagi pengendara patuh, sekaligus contoh bagi pengguna jalan lain. Kegiatan ini baru pertama kami lakukan di Lombok Utara setelah sebelumnya di Lombok Barat dan Lombok Timur,” katanya.

Ke depan, kolaborasi akan diperluas dengan menyasar kalangan muda, mengingat kelompok usia 15–30 tahun masih mendominasi angka kecelakaan lalu lintas. Program edukasi dan event keselamatan direncanakan digelar di sekolah dan ruang publik.

Salah satu penerima reward, Lizanova, warga Tanjung, mengaku tidak menyangka mendapat apresiasi saat razia berlangsung.

“Kaget tapi senang. Tiba-tiba dikasih reward karena surat-surat lengkap. Menurut saya ini bagus, jadi orang makin semangat tertib,” ujarnya.(Niss)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *