Viral Keluhan Pasien di RS Gerung: Lansia Berdiri Lama, Mesin Tensi Error dan Apotek Overload

Keluhan Warga Membludak: Mesin Tensi Berebutan dan Antri Obat Berjam-jam di RS Gerung Lombok Barat

Faktantb. com, Lombok Barat, 23 Februari 2026 – Layanan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gerung, Lombok Barat, dikeluhkan pasien karena kekurangan pendamping mesin tensi mandiri, antrian obat membludak hingga 40 menit, serta sikap petugas customer service dan satpam yang dinilai kurang ramah. Kondisi ini membuat pasien, terutama lansia, frustrasi dan berebut fasilitas.

Kekacauan di Mesin Tensi dan Apotek

Nurdin saksi mata yang mendampingi pasien, melaporkan via WhatsApp pada Minggu (23/2) siang bahwa mesin tensi sering error tanpa petugas pendamping. “Pasien menumpuk dan saling berebut. Tak satupun petugas merespon meski mereka melihat,” katanya.

Menurut Nurdin kehadiran petugas bisa mempercepat proses karena tidak semua pasien paham menggunakannya. Masalah serupa di apotek: pasien poli yang selesai pukul 11.00 hanya dapat nomor antrian 112, padahal antrian baru nomor 50. “Harus tunggu 15-30 menit, meski petugas lalu-lalang tapi tak peduli pasien lansia, ibu hamil berdiri atau duduk di lantai,” keluhnya.

Sikap Petugas Dikecam
Nurdin juga mengkritik customer service yang merespons santai saat diberi tahu penumpukan seperti pasar. “Padahal mereka lihat sendiri,” sebutnya. Satpam pula hanya melarang duduk di tangga tanpa tawarkan alternatif. “Minimal bilang ‘mari saya carikan tempat duduk’,” sarannya.

Respons Cepat RS Gerung
Pihak RS Gerung merespons cepat. Baiq Temy, perwakilan rumah sakit, menyatakan pada Senin (23/2) siang bahwa Direktur langsung perbaiki mesin tensi pagi tadi. “Pengukuran sementara dialihkan ke mesin lain di sebelah barat,” ujarnya.

RS juga awasi kursi tunggu dan arahkan pasien ke tempat kosong, meski kadang pasien tolak. “Masukan masyarakat jadi perhatian utama,” tegas Baiq Temy.

RS telah tekan larangan tegas: dilarang merokok, berbaring di area umum, berludah sembarangan, buang sampah asal-asalan, serta anak di bawah 12 tahun dilarang masuk kecuali berobat.

Ia menyampaikan termasuk untuk antrian di apotik, begitu keadaan terlihat mulai padat Pak Direktur langsung memberikan atensi dengan menyampaikan agar TIM Farmasi menambah SDM yg akan melayani di jam jam penumpukan pasien.

Hal ini juga disampaikan Pak Direktur ke setiap kepala ruangan agar juka terjadi kendala untuk segera langsung di laporkan ke beliau dan dapat segera kita tindaklanjuti

Dengan tentunya kami selalu memberikan apresiasi positif kepada setiap masukan dan arahan berbagai pihak yg akan menjadi evaluasi kami untuk lebih baik melayani masyarakat

“Kendala lapangan tetap jadi perhatian serius Direktur. Terima kasih atas masukan,” pungkasnya.

Respons ini diharapkan tingkatkan kepuasan pasien di tengah tingginya kunjungan masyarakat Lombok Barat (ms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *