“Kalau memang benar seperti yang kami amati, mari kita bersama-sama mengawal. Bahkan kalau perlu kita berkemah di depan kantor Kejari sembari melakukan renungan suci atas proses hukum yang selama ini dianggap tidak menyentuh kasus-kasus besar di KSB,” ujarnya.
Abbas menegaskan, desakan ini bukan semata kritik, melainkan upaya menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.
“Jika kasus ini tidak ditangani secara terbuka dan tegas, tingkat kepercayaan masyarakat kepada Kejari Sumbawa Barat bisa kembali memudar,” tutupnya.
Hingga berita ini dipublikasikan media ini masih meminta klarifikasi resmi dari pihak Kejari Sumbawa Barat.
Pewarta : Edo
Editor : Feryal














