Lombok Tengah, NTB (SIAR POST) – Tumpukan sampah yang cukup banyak mengganggu pemandangan dan berpotensi menimbulkan berbagai masalah telah teridentifikasi di sekitar ruas jalan Bypass Bil, tepatnya di kawasan dekat Bandara Internasional Lombok, Kabupaten Lombok Tengah (Loteng), Jumat (13/3/2026).
Kondisi yang tidak hanya merusak keindahan lingkungan tetapi juga menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak ini kini menjadi fokus Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Maung yang mengajak Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Tengah untuk segera melakukan tinjauan dan penanganan.
Setelah melakukan pantauan langsung ke lokasi pada hari Selasa (11/3/2026) lalu, tim dari LSM Maung menemukan bahwa tumpukan sampah tersebar di beberapa titik di sepanjang jalan di sisi jalan Bypass Bil yang menghubungkan kawasan bandara dengan berbagai wilayah penting di Lombok Tengah.
Jenis sampah yang ditemukan beragam, mulai dari sampah rumah tangga seperti plastik, kardus, sisa makanan, hingga barang bekas elektronik dan material bangunan yang tampaknya telah menumpuk selama beberapa minggu.
Ketua LSM Maung, Narapudin A., dalam jumpa pers yang digelar di kantor LSM tersebut pada hari ini menyampaikan bahwa sampah yang menumpuk di lokasi strategis tersebut perlu segera dibersihkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Lombok Tengah.
Menurutnya, posisi lokasi yang sangat dekat dengan Bandara Internasional Lombok dan berada di jalur jalan Bypass Bil yang sering menjadi akses utama bagi wisatawan lokal maupun mancanegara memiliki dampak yang signifikan terhadap citra daerah dan potensi pariwisata Lombok secara keseluruhan.
“Kita semua tahu bahwa Bandara Internasional Lombok adalah gerbang utama bagi kedatangan wisatawan ke Pulau Lombok. Ketika mereka baru saja tiba atau akan berangkat dari bandara, dan disuguhi pemandangan tumpukan sampah yang tidak terurus di jalan utama, hal ini tentu akan meninggalkan kesan negatif yang sulit dilupakan. Selain itu, jalan Bypass Bil juga menjadi jalur penting bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat lokal,” jelas Narapudin.
Ia menambahkan bahwa selain masalah citra daerah, tumpukan sampah tersebut juga berpotensi menimbulkan berbagai masalah lainnya.
“Kondisi ini bisa menjadi sumber penyakit karena menarik serangga pengganggu seperti lalat dan tikus, serta dapat menyebabkan pencemaran air tanah jika hujan dan air limbah dari sampah tersebut masuk ke saluran drainase atau meresap ke dalam tanah. Belum lagi risiko terjadinya kemacetan jika sampah mulai menyebar ke bagian jalan yang digunakan untuk lalu lintas,” ungkapnya.
“Kami akan segera mengirim surat resmi kepada Pemda terkait permasalahan ini, khususnya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Lombok Tengah. Jangan sampai masalah ini berlarut-larut karena dampaknya bisa sangat luas, tidak hanya bagi sektor pariwisata tetapi juga kesehatan dan kenyamanan masyarakat,” tegas Narapudin kepada awak media yang hadir.
Ia berharap pemerintah kabupaten lombok tengah dapat menangani permasalahan sampah tersebut dengan cepat, bahkan bisa melakukan tindakan darurat untuk membersihkan lokasi sebelum tindakan berkelanjutan dilakukan.
Selain menghimbau Pemda, LSM Maung juga mengungkapkan rencana untuk melakukan aksi bersih bersama masyarakat sekitar dalam beberapa hari ke depan jika belum ada tanggapan yang jelas dari pihak pemerintah.
“Kita tidak bisa hanya menunggu, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Kami akan mengajak warga sekitar, pelaku usaha di kawasan tersebut, dan relawan untuk bersama-sama membersihkan lokasi tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kolektif,” ujar Narapudin.
Beberapa warga sekitar yang ditemui di lokasi juga mengungkapkan kekhawatiran mereka terkait tumpukan sampah tersebut. Para pengendara yang melewati jalan tersebut lokasi tumpukan sampah, mengatakan bahwa kondisi tersebut telah mengganggu pemandangan selama beberapa waktu terakhir.
“Banyak pengendara yang mengeluhkan bau tidak sedap dari arah tumpukan sampah, terutama pada siang hari yang panas. Kita juga khawatir terkena penyakit,” ucapnya sambil menunjuk ke arah tumpukan sampah.
Sementara itu, dari dinas terkait belum memberikan keterangan resmi terkait permasalahan sampah ini. Tim wartawan yang mencoba menghubungi pihak humas Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Lombok Tengah hingga akhir siang hari ini belum mendapatkan tanggapan resmi.
Namun, sumber yang tidak mau disebutkan namanya dari salah satu dinas terkait menyampaikan bahwa pihaknya telah mengetahui kondisi tersebut dan sedang melakukan koordinasi untuk mengambil langkah penanganan.
Perlu diketahui bahwa Kabupaten Lombok Tengah dalam beberapa tahun terakhir telah berupaya meningkatkan pengelolaan sampah dan memperkuat program kebersihan lingkungan guna mendukung sektor pariwisata.
Beberapa program seperti pembentukan Bank Sampah dan penyediaan tempat sampah di berbagai titik strategis telah dilaksanakan, namun tampaknya masih terdapat beberapa titik yang belum terjangkau dengan baik atau membutuhkan pemantauan yang lebih ketat.
Kondisi tumpukan sampah di dekat jalan Bypass Bil dan Bandara Internasional Lombok menjadi bukti bahwa masih ada tantangan besar dalam pengelolaan sampah di daerah tersebut.
Harapan masyarakat dan pihak LSM adalah agar Pemda dapat segera mengambil tindakan konkret, tidak hanya membersihkan tumpukan sampah yang ada tetapi juga melakukan evaluasi terhadap sistem pengumpulan dan pembuangan sampah di kawasan strategis tersebut untuk mencegah terulangnya masalah serupa di masa depan. (Red)














