Program Seragam Sekolah Gratis 2026 di Sumbawa Barat Libatkan Penjahit Lokal: Adil dan Transparan


SUMBAWA BARAT, NTB (SIAR POST) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat mulai mematangkan pelaksanaan program pengadaan seragam sekolah gratis untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) Tahun Anggaran 2026.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah menggelar sosialisasi bersama Perhimpunan Penjahit Sumbawa Barat pada Rabu, 15 April 2026.


Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan program seragam gratis tidak hanya tepat sasaran bagi siswa, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang merata bagi para pelaku usaha lokal, khususnya penjahit.


Kepala Dinas Dikbud Sumbawa Barat, Agus, S.Pd., M.M., menegaskan bahwa prinsip utama dalam pelaksanaan program ini adalah pemerataan kesempatan kerja.

Ia memastikan seluruh penjahit lokal akan dilibatkan sesuai dengan kapasitas dan kemampuan masing-masing.


“Pembagian pekerjaan akan dilakukan secara adil. Kita ingin semua penjahit lokal mendapatkan kesempatan, tidak hanya terpusat pada pihak tertentu saja,” ujarnya.


Menurut Agus, pihaknya telah menyiapkan skema distribusi pekerjaan yang mempertimbangkan jumlah tenaga kerja, kemampuan produksi, hingga kualitas hasil jahitan dari masing-masing penjahit.

Dengan demikian, setiap pihak dapat berkontribusi secara optimal tanpa merasa dirugikan.


Selain itu, Dinas Dikbud juga berkomitmen menjaga transparansi dalam proses pengadaan. Mekanisme pembagian pekerjaan akan dilakukan secara terbuka untuk menghindari potensi ketimpangan maupun praktik yang tidak adil.


Langkah ini disambut positif oleh para penjahit lokal yang hadir dalam sosialisasi tersebut. Mereka menilai keterlibatan langsung dalam program pemerintah menjadi peluang besar untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memperkuat keberlangsungan usaha mereka.


Program seragam sekolah gratis ini sendiri merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, sekaligus upaya meringankan beban ekonomi orang tua siswa di Sumbawa Barat.


Melalui kolaborasi antara pemerintah dan pelaku usaha lokal, program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan. (Red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *