Mataram, NTB (SIAR POST) – Di tengah rumitnya birokrasi layanan kesehatan yang kerap membuat warga kebingungan saat kondisi darurat, kehadiran NTB Care kembali menjadi harapan bagi masyarakat kecil.
Seorang warga asal Desa Girimax Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, bernama Muhammad Kamaluddin, yang mengalami kecelakaan lalu lintas di kawasan Bypass Sanur, Bali, pada Sabtu, 23 Mei 2026, akhirnya mendapat penanganan setelah NTB Care turun tangan secara cepat.
Keluarga korban yang berada di Lombok Barat sempat panik karena kartu BPJS Kesehatan milik korban dinyatakan tidak aktif saat hendak digunakan untuk kebutuhan medis. Dalam situasi mendesak, keluarga kemudian menghubungi NTB Care untuk meminta bantuan.
Tanpa menunggu lama, tim NTB Care langsung melakukan koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat guna memastikan hak layanan kesehatan korban dapat kembali diaktifkan.
Tidak hanya itu, NTB Care juga menghubungi relawan di Bali untuk membantu proses administrasi penggunaan jasa Jasa Raharja agar penanganan korban tidak terhambat.
Di awal proses, sempat terjadi kendala administrasi akibat perbedaan data identitas. KTP korban tercatat di Lombok Tengah, sementara Kartu Keluarga berada di Lombok Barat.
Kondisi seperti ini dinilai sering menjadi penghambat pelayanan karena birokrasi yang panjang dan lambat.
Namun NTB Care memilih bergerak cepat.
Tim langsung melakukan verifikasi lapangan dan klarifikasi data hingga akhirnya dipastikan bahwa Muhammad Kamaluddin merupakan warga sah Desa Girimax Indah, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat.
“Alhamdulillah, data sudah clear dan kami pastikan penanganan medis korban tidak terhambat lagi. Ini bukti bahwa NTB Care hadir untuk memastikan tidak ada warga NTB yang ditolak layanannya karena masalah administrasi yang sebenarnya bisa diselesaikan,” ujar Yuni Bourhany dari pihak NTB Care.
Kasus ini kembali memperlihatkan bagaimana masyarakat sering kali harus berhadapan dengan sistem administrasi yang berbelit saat membutuhkan pertolongan cepat.
Dalam kondisi darurat seperti kecelakaan, lambatnya koordinasi antarinstansi dapat berdampak serius terhadap keselamatan warga.
NTB Care menilai Pemerintah Provinsi NTB perlu segera membangun sistem jaminan kesehatan yang benar-benar terintegrasi mulai dari tingkat desa, kabupaten/kota hingga provinsi. Dengan sistem yang saling terhubung, warga tidak lagi dipusingkan dengan persoalan data saat membutuhkan layanan kesehatan mendesak.
“Kami tidak ingin masyarakat kebingungan dan merasa gamang harus mengadu ke mana saat kondisi darurat. Sistem yang terintegrasi akan memotong birokrasi dan menyelamatkan waktu, yang artinya juga menyelamatkan nyawa,” tegasnya.














