Chili House Diserbu Pendaftar, Pendidikan Berbasis Karakter dan Riset Jadi Daya Tarik Utama

Lombok Utara, SIARPOST – Menjelang tahun ajaran baru 2026, antusiasme masyarakat terhadap pendidikan alternatif berbasis karakter yang diusung Chili House terus menunjukkan tren positif.

Bahkan, untuk kampus utama Chili House di Teluk Dalam, kuota penerimaan siswa baru telah penuh jauh sebelum tahun ajaran dimulai.

Tingginya minat ini menjadi indikator kuat bahwa orang tua kini semakin selektif dalam memilih lingkungan belajar yang tidak hanya menekankan capaian akademik, tetapi juga perkembangan karakter, kreativitas, dan kecerdasan sosial anak.

Pendiri Yayasan Chili House, Noor Ain Husein, mengungkapkan bahwa seluruh persiapan menyambut tahun ajaran baru kini hampir rampung. Mulai dari finalisasi kurikulum, penataan ruang belajar, pelatihan guru, hingga penyusunan berbagai program pembelajaran telah dilakukan secara intensif.

“Alhamdulillah, persiapan berjalan sangat baik. Kami terus memastikan anak-anak nantinya belajar dalam lingkungan yang aman, nyaman, dan menyenangkan,” ujarnya.,Selasa 26/05/2026

Fenomena penuhnya kuota pendaftaran di beberapa lokasi menunjukkan kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh. Di Chili House Teluk Dalam, kapasitas 150 siswa telah terisi penuh, bahkan pendaftaran untuk tahun ajaran 2027 sudah hampir 90 persen terisi. Saat ini pihak sekolah bahkan telah membuka waiting list serta pendaftaran awal untuk 2028.

Sementara itu, kampus Chili House di Gili Trawangan yang menampung 75 siswa masih menyisakan sekitar delapan slot, sedangkan cabang Mataram dengan kapasitas 20 siswa masih memiliki empat kursi tersedia.

Di balik tingginya animo tersebut, Chili House terus melakukan inovasi pembelajaran. Tahun ajaran 2026 menghadirkan penguatan kurikulum berbasis pendidikan pangan dan sustainable living, sebuah pendekatan yang mengenalkan anak pada pemahaman tentang asal-usul makanan, keberlanjutan lingkungan, serta keterampilan hidup sehari-hari.

Tak hanya itu, khusus di Gili Trawangan, Chili House memperkuat sistem project-based learning dengan pendekatan riset lapangan. Anak-anak diajak terlibat langsung meneliti persoalan nyata di lingkungan sekitar berdasarkan tema Sustainable Development Goals (SDGs).

Salah satu proyek yang akan dijalankan adalah riset sederhana tentang dampak musim ramai dan sepi wisatawan terhadap ekonomi masyarakat lokal. Melalui pendekatan ini, siswa tidak sekadar belajar teori, tetapi juga memahami realitas sosial, melatih empati, kemampuan komunikasi, hingga problem solving.

Model pendidikan di Chili House dibangun layaknya pertumbuhan sebuah pohon. Fondasi utamanya adalah Montessori dan life skill sebagai “akar”, dilanjutkan penguatan akademik dasar sebagai “batang”, lalu pengembangan kreativitas melalui cooking class, gardening, art class, hingga eksperimen sains sebagai “cabang”.

Yang membuat Chili House berbeda, sekolah ini juga konsisten menjalankan program makan gratis selama enam tahun terakhir sebagai bagian dari perhatian terhadap nutrisi anak. Menurut pihak yayasan, kesehatan dan asupan gizi menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan emosi, fokus, dan daya pikir anak.

Selain itu, program inklusi menjadi salah satu kekuatan utama Chili House. Sekolah ini membuka ruang belajar yang suportif bagi anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti autism, ADHD, speech delay, hingga tantangan sensorik, melalui pendampingan individual oleh guru inklusi dan teacher assistant.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *