Pada akhirnya, panorama Senggigi bukan hanya tentang laut biru, pasir putih, atau matahari terbenam yang memukau. Ia adalah simbol harapan, kebangkitan ekonomi, dan hasil dari kerja bersama. Figur boleh berganti, kepemimpinan dapat berubah, tetapi komitmen untuk menjadikan Senggigi sebagai destinasi kelas dunia harus tetap hidup.
Sebab, keberhasilan pariwisata sesungguhnya diukur bukan hanya dari banyaknya wisatawan yang datang, melainkan juga dari sejauh mana kesejahteraan masyarakat dapat tumbuh bersama kemajuan destinasi itu sendiri. (Red)














