Dari Panti Asuhan ke Bangku Kuliah, Perjuangan Patmawati Antar Anak Yatim Hingga S1 Meski Hidup Serba Kekurangan

{"remix_data":[],"remix_entry_point":"challenges","source_tags":[],"origin":"unknown","total_draw_time":0,"total_draw_actions":0,"layers_used":0,"brushes_used":0,"photos_added":0,"total_editor_actions":{},"tools_used":{"transform":1},"is_sticker":false,"edited_since_last_sticker_save":true,"containsFTESticker":false}

“Saya berjualan, bekerja sama dengan konveksi membuat mukena dan pakaian. Keuntungan usaha itu hampir semuanya kembali lagi untuk anak-anak panti,” ungkapnya.

Saat ini Yayasan Baitul Jannah mengasuh 27 anak, terdiri dari delapan balita, lima anak SD, empat SMP, satu SMA, tiga mahasiswa, serta beberapa anak lainnya yang masih mengikuti pelatihan.

Menurut Patmawati, keberhasilan anak-anak tersebut melanjutkan pendidikan menjadi motivasi untuk terus berjuang meski kondisi keuangan yayasan masih sangat terbatas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *