Bukan Sekadar Pameran, Gelar Karya 12 Sekolah di Gangga Jadi Etalase Mutu Pendidikan

LOMBOK UTARA,SIARPOST– Hasil belajar siswa tak lagi hanya tersimpan di dalam ruang kelas. Melalui Pameran Gelar Karya Kurikulum Merdeka 2026 yang digelar di SDN 2 Gondang, Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga, Selasa (28/7/2026), sebanyak 12 sekolah dasar membuka ruang bagi masyarakat untuk melihat langsung perkembangan kemampuan peserta didik selama satu tahun pembelajaran.

Kegiatan yang mempertemukan tiga gugus sekolah dari Desa Selelos, Bentek, dan Gondang itu menghadirkan beragam karya siswa, pertunjukan seni, tari, musik, pembacaan puisi, hingga berbagai hasil proyek pembelajaran yang lahir dari implementasi Kurikulum Merdeka.

Kepala Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Lombok Utara, M. Najib, mengatakan pameran seperti ini merupakan kegiatan yang diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin oleh setiap satuan pendidikan, minimal satu kali dalam setahun.

Menurutnya, penyelenggaraan secara bersama-sama oleh tiga gugus sekolah memberikan dampak yang lebih besar karena mampu menghadirkan suasana yang lebih meriah sekaligus memperlihatkan lebih banyak hasil karya siswa kepada masyarakat.

“Sesungguhnya kegiatan seperti ini sudah sering dilakukan sekolah, misalnya saat pelepasan siswa. Namun ketika digabung dalam satu kegiatan seperti ini, gaungnya menjadi lebih besar dan masyarakat bisa melihat lebih banyak hasil pembelajaran anak-anak,” ujarnya.

Najib menegaskan, gelar karya bukan sekadar ajang memamerkan kreativitas siswa, tetapi menjadi bentuk akuntabilitas publik lembaga pendidikan.

“Ini adalah laporan sekolah kepada masyarakat. Selama satu tahun anak-anak belajar, hasilnya dapat disaksikan langsung. Ini menjadi wahana akuntabilitas publik sekaligus menunjukkan kemajuan pendidikan yang telah dilaksanakan,” jelasnya.

Ia menyebutkan, kegiatan tersebut diikuti sekitar 12 sekolah dari tiga gugus di Kecamatan Gangga, yakni Gugus Selelos, Bentek, dan Gondang.

Ke depan, Pemkab Lombok Utara berharap kegiatan serupa tidak berhenti sebagai agenda tahunan semata, tetapi menjadi budaya yang terus dikembangkan agar masyarakat semakin dekat dengan proses pendidikan di sekolah.

“Harapan kita kegiatan ini terus berlanjut. Bukan hanya karya-karya siswa yang dipamerkan, tetapi juga kemampuan mereka di bidang seni, tari, musik, membaca puisi, dan berbagai potensi lainnya bisa ditampilkan langsung kepada masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Kepala UPTD Dikbud Kecamatan Gangga, Muhamad Rizal, mengatakan pelaksanaan tahun ini menjadi langkah awal yang diharapkan terus berkembang hingga mencakup seluruh sekolah di tingkat kecamatan bahkan Kabupaten Lombok Utara.

“Ini baru dimulai dari tingkat gugus. Harapan pimpinan, ke depan bisa berkembang menjadi kegiatan tingkat kecamatan, bahkan kalau memungkinkan sampai tingkat kabupaten,” ujarnya.

Rizal menilai, kegiatan tersebut memberi ruang bagi peserta didik untuk tampil percaya diri sekaligus memacu guru agar terus berinovasi dalam membimbing dan mengembangkan potensi siswa.

“Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak semakin termotivasi untuk berkreasi dan mengembangkan minat serta bakatnya. Begitu juga guru-guru kita tetap semangat mendampingi mereka,” katanya.

Ia menjelaskan, pameran kali ini melibatkan 12 sekolah yang terdiri atas dua sekolah dari Desa Selelos, lima sekolah dari Desa Bentek, dan lima sekolah dari Desa Gondang. Jumlah tersebut sengaja dibatasi sebagai tahap awal agar pelaksanaan berjalan maksimal.

“Ini baru permulaan. Menyiapkan 12 sekolah saja sudah cukup besar persiapannya. Ke depan mudah-mudahan bisa diperluas,” tuturnya.

Rizal juga berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar pada peringatan Hari Guru Nasional, 25 November mendatang, sebagai wadah berkelanjutan bagi sekolah untuk menampilkan inovasi pembelajaran dan kreativitas peserta didik.

Melalui gelar karya ini, sekolah tidak hanya menunjukkan hasil pembelajaran, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat bahwa pendidikan yang berlangsung di ruang kelas mampu melahirkan genera

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *