Usai Viral Dikabarkan Terlantar, Anak Panti Baiti Nurjannah Dapat Pendampingan Penuh RSUD Asy-Syifa dan LPA KSB di Denpasar

DENPASAR, SIAR POST – Kabar viral di media sosial mengenai anak Panti Asuhan Baiti Nurjannah asal Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) yang menjalani pengobatan di Denpasar akhirnya mendapat respons cepat. Tim RSUD Asy-Syifa bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa Barat turun langsung ke RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah (RS Sanglah), Denpasar, untuk memastikan pelayanan kesehatan dan hak-hak anak terpenuhi secara maksimal.

Kasi Keperawatan RSUD Asy-Syifa, Su’ad, mengatakan pihaknya sengaja datang mendampingi anak yang sebelumnya ramai diberitakan terlantar agar memperoleh penanganan medis terbaik.

“Kami bersama tim datang langsung memberikan pendampingan kepada anak yang sebelumnya diberitakan terlantar. Kami memastikan proses pengobatan berjalan dengan baik di RSU Sanglah Denpasar,” ujarnya.

Menurut Su’ad, setelah bertemu dengan dokter spesialis di Klinik Neuro Anak, pasien langsung menjalani pemeriksaan Electroencephalography (EEG) untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatannya.

Hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan menjadi dasar tindak lanjut pengobatan. Setelah penanganan di RS Sanglah selesai, pasien akan menjalani rujuk balik ke RSUD Asy-Syifa Taliwang agar perawatan dapat dilanjutkan lebih dekat dengan keluarga.

“Dokter menyampaikan bahwa pengobatan lanjutan seperti pemberian obat, fisioterapi, hingga pelayanan dokter spesialis sudah tersedia di RSUD Asy-Syifa. Kami tinggal menunggu hasil EEG untuk menentukan langkah pengobatan berikutnya sehingga pasien tidak perlu terus berobat jauh ke Bali,” jelasnya.

Ia menegaskan RSUD Asy-Syifa terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan agar masyarakat Sumbawa Barat dapat memperoleh layanan kesehatan yang lengkap tanpa harus dirujuk ke luar daerah.

“Rujukan ke luar daerah tentu cukup berat bagi pasien maupun keluarga. Karena itu kami terus mengembangkan layanan di RSUD Asy-Syifa agar kebutuhan masyarakat dapat dipenuhi di daerah sendiri. Ke depan kami juga sedang mempersiapkan pembukaan layanan kanker dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Kabupaten Sumbawa Barat, Mulyadi, SH, menegaskan kehadiran pihaknya bersama unsur pemerintah daerah bertujuan memastikan seluruh hak anak terpenuhi selama menjalani pengobatan.

“Kami ingin memastikan anak-anak asal KSB mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik serta seluruh hak mereka sebagai anak tetap terpenuhi. Karena itu kami turun langsung melihat kondisi mereka di Denpasar,” katanya.

Sebelumnya, perhatian publik tertuju pada kisah seorang warga asal Taliwang yang kini menetap di Bali, Mey, setelah siaran langsungnya di Facebook viral.

Dalam tayangan tersebut, Mey mengungkapkan bahwa ia menampung secara gratis anak-anak Panti Asuhan Baiti Nurjannah yang menjalani pengobatan di RS Sanglah. Selain menyediakan tempat tinggal, ia juga membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari makanan, susu hingga popok bagi anak-anak yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *